Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengungkap penyebab mahalnya harga tiket pesawat untuk penerbangan haji dari Tanah Air ke Mekkah.
Pikri menjelaskan, mahalnya pelayanan haji disinyalir karena banyaknya komponen biaya yang ada. Komponen paling mahal adalah biaya sewa dan harga bahan bakar avtur mencapai 80 persen dari seluruh biaya operasional.
“Kalau kita bicara mengenai cost, beberapa cost biayanya besar. Tapi biaya terbesar ada pada sewa pesawat dan bahan bakar mencakup 80 persen. Sementara 20 persennya adalah biaya lain-lain,” ujar Pikri di Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Apalagi kata Pikri, biaya avtur di wilayah RI tidak sama rata. Harga avtur yang termurah ada di Jakarta. Namun, harga itu jauh lebih mahal ketimbang harga avtur di Singapura.
“Harga bahan bakar di Jakarta itu yang paling murah. Sementara yang di luar Jakarta seperti Ujung Pandang lebih mahal. Kalau harga avtur di Indonesia sama, ini Alhamdulillah. Tapi yang sama kan baru (bensin) premium saja,” ungkap Pikri.
Tak hanya itu, biaya pemberangkatan haji terdiri dari tiga kategori. Kategori itu terdiri dari biaya operasi langsung, biaya operasi tidak langsung, dan margin.
Biaya operasi langsung antara lain bahan bakar, biaya sewa, biaya asuransi, biaya jasa, biaya parkir, dan biaya pendaratan. Sementara biaya tidak langsung antara lain biaya staff darat, biaya check-in, dan asuransi jamaah untuk risiko di luar penerbangan.
“Belum lagi angkutan darat dari asrama haji ke bandara dan sebaliknya menjadi tanggung jawab airline. Kalau asrama hajinya di Bekasi, sedangkan penerbangan di Kertajati, maka akan menambah biaya juga,” sebut dia.
Kendati demikian, Pikri mengaku pihaknya bakal mengupayakan harga yang lebih realistis. Dia pun berharap nilai tukar rupiah terus menguat sehingga dana penerbangan haji jauh lebih murah.
“Mudah-mudahan nilai tukar terus turun hingga tahun depan. Harga bahan bakar lebih murah. Intinya kami tidak ingin memberatkan, kita berusaha sebaik mungkin agar tidak ada kenaikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mempertanyakan mahalnya harga penerbangan haji di Indonesia. Pasalnya menurut dia, komponen terbesar mahalnya berangkat haji adalah karena transportasi menuju Mekkah yang saat ini menggunakan maskapai pelat merah Garuda Indonesia maupun Saudi Arabian Airlines.
“Selama ini kita lihat komponen terbesar dana haji ini bidang transportasi. Kenapa bisa mahal harga tiketnya, Garuda? Angkasa Pura katanya mahal parkirnya, Pertamina kemahalan avturnya. Ini demi jemaah haji kita lho, ya,” kata Marwan
Marwan menuturkan, mahalnya dana haji membuat sebagian pihak terpaksa menunda pemberangkatan hingga uang itu terkumpul. Menurut Marwan, perbedaan biaya Rp 1 juta saja berarti banyak bagi jamaah. “Sebagian besar jamaah haji kita ini menabung bertahun-tahun. Ada kuli panggul, nelayan, dan lain-lain. Maka pertambahan Rp 1 juta saja bisa membatalkan orang pergi haji,” tutur Marwan.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Stevany



























