Jakarta, PONTAS.ID – Politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo resmi mendeklarasikan diri maju sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar pada Munas akan digelar 4-6 Desember 2019.
“Dengan didasari kecintaan saya terhadap partai Golkar dengan mengucapkan Bismillah, saya Bambang Soesatyo menyatakan siap menjalankan perintah untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Periode 2019-2024,” tegas saat deklarasi pencalonan Ketum Golkar di Kompleks Parlemen, Jumat (22/11/2019).
Hadiri dalam deklarasi Bamsoet yakni, Nusron Wahid, Robert Kardinal, Ahmad Noor Supit, Fad A Rafiq serta para loyalis Bambang Soesatyo.
Pria akrab disapa Bamsoet ini menuturkan alasan kenapa dirinya maju dalam Munas mendatang karena ada beberapa faktor-faktor penting menguatkan dirinya harus maju sebagai calon ketua umum (Caketum) Golkar.
Menurutnya, hari-hari Golkar dihadapkan pada masalah dan tantangan besar, dimulai dengan menurunnya jumlah suara partai berdampak langsung pada penurunan jumlah kursi di DPR.
“Fakta menunjukkan menurunnya jumlah kursi yang signifikan dalam empat periode pemilu terakhir. Partai Golkar terhitung kehilangan lebih dari 43 kursi dari semula 128 kursi pada 2004 menjadi hanya 85 kursi pada 2019,” kata Bamsoet.
Bamsoet melanjutkan, ironisnya penambahan jumlah pemilih pada Pemilu 2019999 yang seharusnya berdampak positif bagi suara Golkar, justru sebaliknya. Golkar kehilangan lebih dari 1 juta suara dibandingkan pemilu sebelumnya.
Terlebih lagi, realitas kemerosotan kinerja yang terjadi di Partai Golkar ini menimbulkan kecemasan dari setiap kader-kader partai dari tingkat pusat sampai daerah.
“Bahkan diantara mereak ada yang kecewa dan marah terhadap kondisi partai Golkar saat ini. Mereka menilai bahwa ada yang salah dengan kepengurusan di partai ini,” ujarnya.
Lebih lanjut Ketua MPR ini mengatakan, beberapa bulan ini banyak menerima dan mendengar ratusan aspirasi dari kader partai di daerah-daerah, mereka menginginkan adanya perubahan dalam partai Golkar yang kita cintai ini.”Mereka mendesak untuk dilakukannya transformasi dan penyelamatan di tubuh Golkar,” jelasnya.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Riana




























