Jakarta, PONTAS.ID – Sejak dua bulan terakhir bencana asap akibat Karhutla melanda wilayah Pekanbaru, Riau sudah mengganggu ekonomi daerah.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pekanbaru menyatakan akibat bencana itu, industri perhotelan dan restoran harus merasakan akibatnya dengan turun tingkatan hunian sampai dengan 20 persen.
“Asap yang melanda Pekanbaru dan sekitarnya cukup lama dan parah,” kata Ketua PHRI Pekanbaru, Nodrizal dalam keterangannya, Rabu (18/9/2019).
Ia memperkirakan penurunan tingkat hunian terjadi karena banyak maskapai penerbangan yang menunda jadwal mereka akibat gangguan kabut asap.
Penundaan jadwal penerbangan tersebut membuat kunjungan masyarakat yang ingin berkunjung ke Pekanbaru mengurungkan niatnya.
Ia berharap pemerintah bergerak cepat dalam mengatasi masalah kebakaran hutan. Pasalnya, kalau tidak segera diatasi, ia meramalkan tingkat hunian bisa makin hancur.
Menurut PHRI, bencana asap yang tidak segera diatasi dalam waktu dekat ini bisa membuat hunian hotel bisa anjlok sampai dengan 40 persen.
Dan ketika penurunan tersebut terjadi, masalah tidak hanya akan menimpa pengusaha hotel dan restoran saja. Novrizal mengatakan pelaku usaha lain juga akan terkena dampak atas masalah tersebut.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Hendrik JS




























