Jakarta, PONTAS.ID – PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) Tbk, perusahaan terafiliasi PT Pertamina (Persero), membidik peluang untuk meningkatkan pasokan gas di wilayah Yogyakarta melalui peningkatan infrastruktur dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya terutama dari sektor pariwisata dan usaha kecil menengah.
Direktur Utama Perusahaan Gas Negara, Gigih Prakoso, mengatakan, saat ini PGN mendorong anggota Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Yogyakarta dan sejumlah usaha UMKM untuk menggunakan gas bumi dalam operasionalnya.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan, penggunaan gas bumi terbukti lebih efisien dan memberikan banyak manfaat dalam meningkatkan daya saing anggota PHRI di nasional dan UMKM yang telah memanfaatkan gas bumi sebagai energi dioperasional mereka seperti halnya salah satu produsen bakpia di Yogyakarta.
“Kami akan semakin bersemangat untuk terus membangun berbagai infrastruktur gas di kota yang bersejarah ini. Dengan dukungan dari bapak Walikota Yogyakarta, kami optimis dapat mendukung terwujudnya program Smart City yang berbasis pada energi baik gas bumi,” kata Gigih, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).
Untuk diketahui, PGN baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah kota Yogyakarta dalam penyediaan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi di kota sebagai bagian dari program smart city.
Gigih mengatakan, kerjasama dengan Pemkot Yogyakarta merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGN untuk memperluas pemanfaatan gas bumi di wilayah-wilayah yang belum terjamah energi baik gas bumi.
Melalui kerjasama dengan Pemkot Yogyakarta, PGN berharap, akan lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha yang dapat menikmati manfaat gas bumi sebagai energi yang ramah lingkungan, efisien dan diproduksi di dalam negeri.
“Kami menyampaikan terima kasih atas pilihan Pemkot Yogyakarta terhadap penggunaan gas bumi dalam menunjang program smart city di Yogyakarta,” tukas Gigih.
Asal tahu saja, PGN saat ini telah mengembangkan layanan PGN 360 Degree Integrated Solution untuk mengoptimalkan layanan pelanggan. Melalui layanan ini, PGN memberikan layanan penggunaan gas bumi dari hulu hingga hilir. Seperti, menyediakan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), jaringan pipa gas bumi dan LNG yang tersebar di berbagai kota.
Saat ini, subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero) juga sedang membangun berbagai infrastruktur di berbagai daerah seperti membangun jaringan pipa distribusi sepanjang 500 km, pipa transmisi 528 km, tujuh Liquified Natural Gas (LNG) filling station untuk truk/kapal, lima FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga, dan 17 LNG guna mensuplai kebutuhan berbagai segmen konsumen.
PGN juga akan mendukung terwujudkan program Pemerintah membangun jaringan gas (Jargas) sebanyak 4,7 juta sambungan hingga tahun 2025. Dimana tahun ini PGN menargetkan mampu membangun 78.216 sambungan. Saat ini PGN sedang dalam penyelesaian proyek pipa gas dari Gresik ke Semarang sepanjang 267 km.
“Kita harapkan jaringan tersebut selain memasok gas ke PLTGU Tambak Lorok di Semarang juga akan mengalirkan gas ke berbagai segmen pasar di Jawa Tengah dan juga Yogyakarta. Harapan kami gas bumi PGN akan semakin menciptakan pemerataan ekonomi sebagaimana komitmen dan tujuan Pemerintah,” kata Gigih.
Untuk mengembangkan program smart city yang sekarang banyak dilakukan sejumlah daerah, PGN juga memiliki jasa layanan di bidang jasa telekomunikasi dan ICT, yaitu PT PGN Telecommunication Nusantara (PGASCOM).
Penulis: Riana
Editor: Idul HM




























