Jakarta, PONTAS.ID – Perusahaan Independent Power Producer (IPP) yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengaku keprihatinan atas insiden pemadaman listrik massal di sejumlah wilayah pada Minggu (4/8/2019) hingga Senin (5/8/2019).
Ketua Umum APLSI, Arthur Simatupang, mengatakan, hal ini menjadi pelajaran berharga bagi semua stakeholders kelistrikan nasional.
“Ini pelajaran yang mahal dan berharga. Pasti ada beberapa aspek yang harus dibenahi segera, dan kami serius agar hal ini ditangani bersama-sama,” ungkap Arthur dalam keterangan tertulis, Selasa (6/8/2019).
Arthur mengatakan, sebagai mitra strategis pemerintah, APLSI siap membantu PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) jika diperlukan untuk berpartisipasi dalam mendukung pemerintah memperbaiki sistim transmisi dan distribusi kelistrikan nasional.
Ia menilai, dalam sistem transmisi dan distribusi kelistrikan nasional ada dua hal yang perlu dicermati untuk memperkuat kehandalan, yaitu modernisasi sistem dan pemeliharaan.
“Sistem transmisi tersebut perlu dijaga untuk menjamin investasi di kelistrikan. Sebagai mitra dari PLN, kita siap bekerjasama ikut meningkatkan kehandalan sistem transmisi agar kejadian kemarin tidak terulang kembali,” bebernya.
Ia pun menyebut, trigger penyebab pemadaman listrik kemarin bukan datang dari pembangkit listrik milik swasta atau IPP. Melainkan, dari gangguan sistem transmisi dan distribusi serta gardu induk.
“Jadi, kami klarifikasi, bahwa penyebab pemadaman bukan dari pembangkit milik swasta,” ungkap Arthur.
Lebih jauh, ia menegaskan, seluruh pembangkit milik IPP di Pulau Jawa beroperasi seperti biasa. Sehingga pasokan listrik ke sistem distribusi dan transmisi PLN tetap terjamin dengan baik.
Penulis: Riana
Editor: Hendrik JS




























