Jadi Pemasok Listrik ke Istana Negara, Ini Keistimewaan Lain PLTGU Muara Karang

PLN pasang gas turbine type M701 F5 di PLTGU Muara Karang Peaker

Jakarta, PONTAS.ID – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjamin keandalan listrik Istana Negara 7 hari 24 jam. Pembangkit yang akan menjadi tulang punggung penyaluran listrik ke Ibu kota adalah Unit Pembangkitan Muara Karang (UP MKR).

Vice President Public Relations PLN, Dwi Suryo, mengungkapkan, Unit Pembangkit (UP) Muara Karang berperan besar terhadap listrik di Jawa khususnya tempat-tempat VVIP di DKI Jakarta.

“UP Muara Karang ini berperan sangat penting dalam kelistrikan di Jawa khususnya DKI Jakarta karena selain Istana Negara, UP Muara Karang juga menyuplai kelistrikan tempat VVIP lainnya seperti Gedung MPR/DPR, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusama, Stasiun MRT dan lainnya,” kata Dwi, kemarin.

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa UP MKR merupakan pembangkit yang sangat ramah lingkungan.

“Pembangkit-pembangkit di UP MKR ini merupakan pembangkit yang ramah lingkungan, mampu mengendalikan emisi pembangkit di tahap yang aman, menunjukkan kinerja pembangkit di Ibu Kota ini menjadi bukti peran aktif PLN dalam mendukung Jakarta aman polusi,” lanjut dia.

Diketahui, UP MKR dikelola oleh Anak Perusahaan PLN yaitu PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali), memiliki total kapasitas 1.600 MegaWatt (MW) yang disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap 4-5 (PLTU 4-5), Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap Blok I (PLTGU Blok I) dan PLTGU Blok II total daya yang dapat dihasilkan adalah sebesar 1.600 MegaWatt.

General Manager PJB UP MKR, Rahmat Azwin, mengemukakan bahwa UP Muara Karang saat ini dalam proses pengembangan dan pembangunan lebih lanjut untuk mendukung keandalan kelistrikan di Jawa khususnya DKI Jakarta.

“Sampai saat ini UP MKR dalam proses pembangunan PLTGU Blok III kapasitas 500 MW, di 2020 masuk sistem, hingga saat ini kebutuhan DKI Jakarta sebesar kurang lebih 5500 MW, 30% nya dipasok oleh Muara Karang,” papar Azwin.

Mulai beroperasi tahun 1978, UP MKR terus berkembang, hingga saat ini setiap tahun nya berhasil membangkitkan energi listrik rata-rata 7.900 GWh yang disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV ke sistem interkoneksi Jawa Bali.

Dalam pengelolaannya, kegiatan operasi dari UP Muara Karang ini memiliki berbagai keunggulan, diantaranya adalah mampu menjaga kesiapan ketersediaan, EAF (Equivalent Availability Factor) 90,81%.

Dalam pengelolaannya juga, PJB UP Muara Karang telah banyak meraih penghargaan serta prestasi, meliputi pencapaian dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dengan Peringkat HIJAU dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Penghargaan Subroto untuk kategori PLTGU Skala Besar di Sistem Jawa Bali dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2018 dan sebagai Perusahaan yang telah Memenuhi Ketaatan Program Peringkat Kinerja Lingkungan Tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Penulis: Riana

Editor: Luki Herdian

Previous articleHak Partisipasi Naik Menjadi 30%, Pertamina Semangat Kelola Blok Corridor
Next articleTak Terima Tunai, Penumpang TransJakarta Wajib Punya e-Money