Jakarta, PONTAS.ID – Ekonom Senior INDEF, Didik J. Rachbini menilai pertemuan Presiden terpilih Jokowi dan Mantan Capres Prabowo Subianto untuk pertama kali pasca Pilpres 2019 bisa berimbas positif buat perekonomian Indonesia.
Didik mengemukakan, pertemuan kedua tokoh tersebut memberi kepastian kepada pelaku usaha tentang stabilitas politik Indonesia, yang ujung-ujungnya juga ke perekonomian.
“Jadi pertemuan Jokowi-Prabowo dilihat dari kepentingan ekonomi maupun politik bersifat positif. Dengan segala kelemahannya demokrasi menjadi lebih matang, sehat dan dampaknya terhadap ekonomi juga akan positif, terutama kepastian dunia usaha,” kata Didik di Jakarta, Senin (15/7/2019).
Secara ekonomi politik, lanjut Didik, pertemuan Jokowi dan Prabowo yang bersifat informal itu bermakna besar sebagai suatu rekonsiliasi politik, yang ada dampaknya terhadap ekonomi, kebijakan ekonomi dan masa depan ekonomi Indonesia.
Oleh karenanya pertemuan keduanya, secara ekonomi dan politik menunjukkan bahwa proses pemilu yang membelah dua kubu ini mulai cair, sehingga tidak mengancam kepentingan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Peneliti INDEF, Imadudin Abdullah menjelaskan pertemuan Jokowi-Prabowo membuat ketegangan politik mereda dan menciptakan stabilitas. Hal itu menjadi sentimen positif buat perekonomian.
“Stabilitas domestik ini penting sebagai fondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Tetapi, jangan sampai proses rekonsiliasi ini hanya semata-mata bagi-bagi kekuasaan dan pada akhirnya tidak ada pihak yang mengkritisi kebijakan dan kondisi ekonomi nasional,” jelasnya.
Menurutnya kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan. Apalagi menurutnya 5 tahun ke depan menjadi waktu yang krusial untuk menciptakan fondasi agar Indonesia bisa terlepas dari jerat negara berpendapatan menengah.
Dia menjelaskan 5 tahun ke depan adalah fondasi penting karena pada tahun-tahun inilah Indonesia mulai memasuki window of opportunity yaitu bonus demografi.
“Indonesia harus memanfaatkan bonus ini untuk keluar dari pendapatan menengah. Jika tidak, maka Indonesia akan menjadi negara tua sebelum kaya,” tambahnya.
Demokrasi Baik
Senada dengan Didik serta Imadudin. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pertemuan ini menjadi tanda demokrasi berjalan dengan baik. Dengan hasil yang bisa dihormati oleh semua masyarakat.
“Ya kita senang bahwa proses politik mulai demokrasi pemilu presiden, legislatif, maupun di daerah sudah selesai dengan baik dan menghasilkan hasil yang dihormati oleh semua,” ungkap Sri Mulyani.
Dia menambahkan, bahwa pertemuan ini pun menjadi tanda bahwa Jokowi maupun Prabowo pun tetap bersatu meski pernah berkompetisi.
“Yang berkompetisi sekarang juga lakukan langkah untuk menunjukkan ke seluruh bangsa Indonesia, bahwa kita bersatu meski pernah berkompetisi,” kata Sri Mulyani.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjajal moda raya terpadu (MRT) Jakarta. Prabowo naik transportasi canggih di ibu kota negara bersama Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi).
Momen naik MRT Jakarta ini juga menjadi momen Prabowo dan Jokowi bertemu pertama kali usai pilpres digelar April lalu. Pertemuan digagas sejak adanya ketegangan politik nasional paska Pemilu Pilpres pada April 2019.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Risman Septian




























