Proyek Pelabuhan Marunda Terkatung-katung, DPR: Hambat Investasi

Jakarta,PONTAS.ID –¬†Digadang-gadang sebagai pendukung pelabuhan utama Tanjung Priok, kelanjutan pembangunan Pelabuhan Marunda masih terkatung-katung karena proses hukum yang memasuki kasasi di Mahkamah Agung RI Masalah hukum yang melibatkan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Kementerian Perhubungan (Kemhub) dan Karya Citra Nusantara (KCN) .

Terhambatnya proses pembangunan Pelabuhan Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, oleh PT Karya Citra Nusantara (KCN) dinilai dapat mengganggu masuknya investor ke proyek infrastruktur di Tanah Air.

Anggota Komisi V DPR Bambang Haryo Soekartono mengatakan Pelabuhan Marunda merupakan salah satu proyek strategis nasional yang seharusnya sudah rampung sejak lama, akan tetapi hingga saat ini pembangunannya belum selesai.

“Pemerintah sekarang membanggakan proses izin tiga jam selesai, tapi ini investor atau swasta yang sudah mendapatkan izin masih terhambat juga investasinya. Ini jelas mengganggu investasi di Tanah Air,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, (12/6/2019).

Proses pembangunan Pelabuhan Marunda mengalami kendala setelah terjadi konflik berlarut-larut di internal KCN yang merupakan perusahaan patungan PT Karya Tekhnik Utama (KTU) dan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Adanya konflik tersebut membuat pelabuhan yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Pelabuhan Tanjung Priok, tidak kunjung usai.

Menurut Bambang, tak selesainya pembangunan pelabuhan tersebut merupakan salah satu kegagalan dari pemerintah yang menginginkan Indonesia menjadi poros maritim.

Bambang pun mengusulkan agar pemerintah sekarang mencari pasar atau market yang nantinya kapal-kapal pengangkut muatan curah seperti batu bara, komoditas cair, dapat dilayani di Pelabuhan Marunda.

“Sekarang pemerintah cari pasarnya, agar nanti ketika pelabuhan sudah jadi semua dapat efektif bekerja,” pungkas Bambang.

Penulis: Hartono

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here