BNN Ungkap Aset Senilai 6,1 M Hasil Pencucian Uang

Dok/ BNN

Jakarta, PONTAS.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar transaksi narkoba jenis sabu dan pencucian uang dari hasil perdagangan narkoba di Kabupaten Aceh Tamiyang, Aceh dengan menyita aset bernilai Rp6,1 miliar.

Bermula dalam sebuah penggrebekan di Jalan Sungai Iyu, Dusun Pintu Air, Desa Masjid, Kecamatan Bandahara, Kabupaten Aceh Tamiyang, Aceh. Petugas dari BNN berhasil menangkap seorang pemilik narkoba jenis sabu berinisial JML berikut barang bukti 17.000 gram sabu.

“Dari hasil pengembangan penangkapan tersangka berikut sabu yang dikemas dalam 17 bungkus itu. Kami temukan pencucian uang hasil perdagangan narkoba,” kata Kepala Biro Humas BNN, Sulistiyo Pudjo dalam keterangan¬† tertulis¬† Jumat (24/5/2019).

Berdasarkan pemeriksaan dan penyidikan terhadap tersangka JML itu, lanjut Sulistiyo Pudjo, diperoleh kembali bukti-bukti yang cukup mengejutkan. Yakni pencucian uang hasil perdagangan narkoba berupa beberapa rekening yang dijadikan sarana transaksi perdagangan narkoba, harta bergerak dan tidak bergerak bernilai Rp6,1 miliar.

Selain sebuah rumah besar senilai Rp1,5 miliar, petugasdari BNN juga menyita aset hasil pencucian uang bisnis narkoba dari tangan tersangka. Di antaranya satu unit rumah sedang senilai Rp750 juta, kebun sawit seluas 30 hektar senilai Rp3 miliar, mobil keluaran tahun 2017 senilai Rp450 juta. Kemudian satu unit motor sport senilai Rp55 juta, dua unit motor senilai Rp60 juta, dan dua unit dump truk seharga Rp300 juta.

“Kita masih menelusuri aset hasil pencucian uang hasil transaksi narkoba ini, mengingat tersangka sudah cukup lama sebagai pemain,” tambahnya.

Penulis: Hartono

Editor: Idul HM

Previous articleIndustri Pariwisata Indonesia Tak Terimbas Kondisi Politik?
Next articleKKP Amankan Kapal Berbendera Filipina di Laut Sulawesi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here