Jelang Idul Fitri, Bank BUMN Siapkan Uang tunai Rp 117,2 Triliun

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni

Jakarta, PONTAS.ID – Menjelang lebaran Idul Fitri 2019, Sejumlah bank bumn menyiapkan uang tunai puluhan triliun.

Semisal PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyiapkan dana tunai senilai Rp14,3 triliun per pekan atau totalnya mencapai Rp57 triliun.

“Jumlahnya (dana tunai yang disiapkan) agak sedikit meningkat dari tahun lalu sekitar 5 persen,” ujar Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di kantornya, Senin (13/5/2019).

Meski penggunaan uang elektronik meningkat, lanjut Baiquni, permintaan uang tunai pada momentum Lebaran diperkirakan masih menanjak. Terlebih, masa libur Lebaran tahun ini cukup panjang. Sebagai informasi, pemerintah menetapkan cuti bersama Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat Lebaran tahun ini berlangsung mulai 30 Mei hingga 9 Juni 2019.

Baiquni mengungkapkan sekitar 60 persen akan didistribusikan melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara itu, 40 persen sisanya di kantor cabang maupun tempat penukaran lainnya.

Sama seperti tahun lalu, operasional bank dan kantor cabang hanya akan libur pada hari H lebaran yang diperkirakan jatuh pada 5 dan 6 Juni 2019. Pada masa libur lebaran, kantor cabang perseroan akan beroperasi secara terbatas.

Penyiapan uang tunai lebaran juga dilakukan oleh PT Bank Mandiri Tbk. Pada periode tahun ini, perseroan menyiapkan Rp54,9 triliun atau Rp1,9 triliun per hari selama periode 13 Mei-9 Juni 2019. Jika dibandingkan yang disiapkan tahun lalu, Rp57, 26 triliun, jumlah yang disiapkan tahun ini turun sekitar 4 persen.

“Penyebab turunnya, tahun lalu, libur lebaran lebih panjang dibandingkan tahun ini,” ujar Direktur Bisnis dan Jaringan Mandiri Hery Gunardi.
Sekitar 70 hingga 80 persen dari uang kartal yang disiapkan akan dialokasikan untuk pengisian ATM Mandiri. Sisanya, tersebar di kantor cabang maupun outlet penukaran langsung.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk hanya menyiagakan uang tunai sekitar Rp48 triliun. Angka tersebut turun sekitar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp62 triliun, karena maraknya penggunaan uang elektronik (e-money).

“Kan sudah banyak e-channel dan e-money. Kalau (disiapkan) besar berarti enggak sukses cash less-nya dong” ujar Direktur Utama BRI Suprajarto melalui pesan tertulis.

Jika dirinci, 60 persen uang tunai akan dialokasikan untuk pengisian mesin ATM baik yang hanya untuk penarikan maupun setor tarik. Sisanya, akan disebar di kantor cabang dan unit kerja lainnya.

Terkait operasional, rencananya pada libur lebaran tahun ini BRI juga akan menggelar operasional terbatas. Operasional layanan perbankan dijadwalkan berlangsung pada 3-7 Juni di 229 unit kerja. Selain itu, pada 1-2 Juni dan 8-9 Juni sebanyak 155 unit kerja akan beroperasi di akhir pekan.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan uang tunai selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1440 H mencapai Rp217,1 triliun atau naik 13,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, Rp191,3 triliun.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi menyebutkan pertumbuhan uang kartal di Ramadan kali ini disebabkan tiga hal.

Pertama, kenaikan gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN). Kedua, peningkatan upah minimum sebesar 8,03 persen yang berpotensi mengerek konsumsi. Ketiga, masa liburan yang panjang membuat masyarakat cenderung meningkatkan konsumsi.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here