Saat Datangkan Wisatawan, Labuan Bajo Harus Perhatikan Daya Tampung Kawasan

Jakarta, PONTAS.ID – Destinasi wisata Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT), diminta untuk memperhatikan daya tampung, atau carrying capacity kawasan saat mendatangkan wisatawan, untuk menjaga kelestarian dalam konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan, Valerina Daniel menjelaskan bahwa di dalam pengembangan sustainable tourism, salah satu yang harus diperhatikan adalah daya tampung dari suatu atraksi atau destinasi pariwisata.

“Dalam pariwisata, carrying capacity didefinisikan sebagai jumlah maksimal pengunjung di suatu lokasi pariwisata tanpa memberikan dampak buruk untuk lingkungan, sosial budaya dari tempat yang dikunjungi yang juga berdampak pada rasa kepuasan pengunjung,” kata Valerina dalam siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat (3/5/2019).

Keindahan Labuan Bajo yang ditetapkan menjadi 10 destinasi prioritas pariwisata, tak diragukan lagi karena telah dikenal di seluruh dunia. Oleh karena itu dia menegaskan, bahwa pembatasan kapasitas pengunjung bisa menjaga ekosistem kawasan.

“Contoh bila banyak diver yang menyelam di Manta point malah membuat ikan pari merasa terganggu. Bahkan bisa menyerang kita,” ujarnya.

Bahkan Labuan Bajo telah banyak menghipnotis tokoh dan selebriti internasional seperti artis Hollywood Gwyneth Paltrow, juara dunia MotoGP 2010 Jorge Lorenzo, bintang sepakbola Manchester United Chris Smalling, hingga pesepak bola dunia Marcos Llorente dan Arjen Robben pernah menginjakkan kaki di sana.

Soal atraksi wisata bahari, Labuan Bajo dinobatkan oleh CNN International Travel sebagai destinasi peringkat dua ‘snorkel site’ terbaik dunia setelah Raja Ampat, mengalahkan Kepulauan Galapagos.

Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny

Previous articleSelama Ramadan, Diskotek hingga Rumah Pijat di DKI Wajib Tutup
Next articleCek Harga Sembako di Labuhanbatu, Plt. Bupati Sidak Pasar Gelugur