Aksi May Day, Pengusaha: Tak Ganggu Iklim Investasi

Serikat Buruh Lakukan Long March

Jakarta, PONTAS.ID – Rencana aksi ribuan buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) diyakini tidak akan mengganggu iklim investasi dan usaha di dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pertemuan antara Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dengan sejumlah perwakilan konfederasi serikat pekerja pada Jumat lalu akan membuat peringatan May Day menjadi lebih kondusif.

“Kan sudah sepakat pada pertemuan dengan Presiden kemarin, akan adakan aksi damai dan kegiatan-kegiatan yang kondusif. Jadi mestinya enggak masalah,” kata Shinta di Jakarta, Minggu (28/4/2019).

Pedagang Raup Berkah

Sementara itu, terkait dengan salah satu tuntutan buruh yang akan disuarakan pada peringatan May Day yaitu kenaikan upah, Shinta menilai sebenarnya hal tersebut telah dipenuhi oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Solusi sebenarnya sudah ada di PP dengan fix formula yang diterapkan selama 5 tahun sudah dimasukkan faktor inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Namun memang Pemda harus mengikuti PP tersebut. Tapi masalahnya di implementasi ada daerah yang tidak mengikuti,” kata dia.

Jika memang buruh tidak puas dengan kenaikan gaji yang diberikan oleh perusahaan tempatnya bekerja, lanjut Shinta, maka buruh seharusnya berkomunikasi dengan perusahaan dan menyatakan keinginannya tersebut. Bukan dengan menggelar aksi unjuk rasa.

“Sebenarnya yang penting ada fairness antara pemberi kerja dan penerima kerja. Maka dialog dan komunikasi sangat penting untuk mendapatkan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Pemerintah harus dapat memfasilitasi ini,” tandas dia.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Risman Septian

Previous articleEuforia Avangers : Endgame, MKG Hadirkan Tokoh Superhero Marvel
Next articleMenteri ESDM Ingin Harga Mobil Listrik Makin Terjangkau