Mendag: Generasi Muda Harus Tumbuhkan Konsep Kewirausahaan

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita saat mengisi kuliah umum di STMIK CIC, Cirebon.

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita mengajak kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, menumbuhkembangkan konsep kewirausahaan agar dapat bersaing di era perdagangan bebas dan industri 4.0.

Hal tersebut ditegaskan Enggar saat mengisi kuliah umum bertema ‘Entrepreneurship 4.0 To Be Young and Successful’ di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Catur Insan Cendekia (STMIK CIC), Cirebon, Jawa Barat.

Dia pun menuturkan, bahwa pada tahun 2025 Indonesia diprediksi mendapatkan bonus demografi dengan sekitar 60 persen dari 300 juta penduduk berusia produktif. Pertumbuhan penduduk ini tentunya harus dimanfaatkan.

“Untuk memunculkan peluang baru bagi peningkatan ekspor dan penting bagi generasi muda, untuk menumbuhkan konsep kewirausahaan agar dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Enggar dalam siaran pers Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jumat (5/4/2019).

Enggar melanjutkan, generasi muda harus bisa termotivasi pada perkembangan wirausaha di negara-negara maju.

Pada 2018, rasio wirausahawan di negara-negara maju telah mencapai14 persen dari total penduduk usia kerja, sedangkan di Indonesia baru mencapai 3,1 persen. Oleh karena itu, Enggar memaparkan beberapa konsep kewirausahaan yang patut dikembangkan.

Pertama, generasi muda harus mengadopsi sifat jangan mudah puas. Menurut Enggar, wirausaha sukses tidak menyukai sesuatu yang instan dan cenderung menghindari metode usaha cepat kaya. Selanjutnya, Enggar juga menekankan pentingnya aspek pemberdayaan dan kemitraan.

“Wirausahawan sukses juga adalah individu yang visioner dan ekspansif. Namun yang harus diingat adalah tetap terukur dalam menetapkan level ekspansi dan risiko dalam mengembangkan usaha. Jangan lupa untuk selalu mencari ide di luar kebiasaan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Enggar juga mementingkan aspek kepercayaan dalam berusaha, harus tepat dalam kualitas produk, waktu, dan janji. Adapun generasi muda juga harus memerhatikan sumber daya yang dimiliki internet untuk pengembangan usaha, seperti 5G, iCloud, dan blockchain.

Internet, lanjut dia, dapat mendukung diversifikasi produk ekspor yang lebih berorientasi pada peningkatan keterampilan dan teknologi, meningkatkan infrastruktur penunjang perekonomian, memfasilitasi penerapan teknologi dalam sistem produksi, manajemen, pemasaran, dan kegiatan produksi lainnya, serta meningkatkan produktivitas melalui pengembangan sumber daya manusia.

“Jika bonus demografi ini sukses, maka prediksi Indonesia menjadi negara ekonomi terbesar ke-3 di Asia dan ke-4 di dunia pada 2050 akan tercapai,” tutur Enggar.

Pada kunjungan kerja ke Cirebon kali ini, Enggar juga berkesempatan mengajak generasi muda mencintai produk dalam negeri dengan mendeklarasikan gerakan Aku Cinta Produk Indonesia (ACI), bersama-sama pelajar dan mahasiswa di SMA BPK Penabur Cirebon dan STMIK CIC Cirebon.

Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny

Previous articleMenpar Tekankan Pentingnya Pengakuan UNESCO untuk Danau Toba
Next articleAnies Tidak Berharap Wagub DKI Terpilih Setelah Pemilu