Jakarta, PONTAS.ID – Jika Indonesia berperang diyakini paling hanya mampu bertahan dalam beberapa jam. Pasalnya, dunia internasional sudah mengetahui kondisi kekuatan militer Indonesia saat ini.
Hal ini dikatakan Mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo menanggapi persoalan Ketahanan nasional dalam diskusi Gerindra Mendengar di Jalan Mulawarman, Kebayoran Baru, Kamis (21/3/2019).
“Pak Prabowo bilang sampai tiga hari ya, kalau saya tahu persis, enggak sampai empat jam kita kalah,” ujar Suryo Prabowo.
Ada beberapa alasan dirinya menyampaikan pendapat tersebut. “Karena apa? Kita beli Sukhoi, itu enggak ada senjatanya, kalau ada senjata pun kan buatan Rusia, bisa diatur,” kata Suryo Prabowo yang juga merupakan Pakar Pertahanan dan Keamanan ini.
Dia pun menyinggung spesifikasi helikopter serbu Apache yang dibeli angkatan darat (AD) dari Amerika Serikat. “Angkatan Darat beli Apache, bisa lihat sendiri lah,” ungkapnya.
Menurut dia, tidak ada satu pun senjata yang dimiliki militer Indonesia modern. “Ingat ya sekarang kalau perang dalam arti tembak-tembakan, tidak ada satu negara lawan satu negara. Tidak ada lagi,” ungkapnya.
Dia mengatakan, perang saat ini adalah antara satu negara yang dikeroyok banyak negara lain. “Kalau kita bertempur melawan Malaysia, berarti kita melawan lima negara, dia ada Five Power Defence Arrangements. Kita enggak ada, nah celakanya kita masih non blok, tidak kiri, tidak kanan,” ungkapnya.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Idul HM


























