DKI Segera Miliki Pergub Larangan Kantong Plastik, Target 2 Bulan Selesai

Jakarta, PONTAS.ID – Provinsi DKI Jakarta dalam waktu dekat akan segera memiliki peraturan gubernur (pergub), yang isinya terkait larangan penggunaan kantong plastik, yang biasanya digunakan oleh masyarakat untuk berbelanja.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Djafar Muchlisin mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pergub soal larangan penggunaan kantong plastik itu bakal rampung dalam dua bulan mendatang. Pada saat ini, pergub itu katanya masih dipersiapkan.

“Target kami sih sebenarnya dua bulan ini harus udah selesai. Setelah itu, kami selama enam bulan dulu menyosialisasikan ke warga tentang pergub ini,” kata Djafar saat ditemui oleh wartawan di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019).

Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Isnawa Adji mengungkapkan bahwa di dalam pergub tersebut nantinya akan mengatur sanksi denda penggunaan kantong plastik, yakni sebesar 5 hingga 25 juta rupiah. Dia berharap pergub tersebut segera ditandatangani Gubernur DKI, Anies Baswedan.

“Salah satunya ada pengenaan uang denda paksa antara Rp 5-25 juta. Harapan kita nantinya setelah pergub ini ditandatangani Gubernur, akan ada masa 6 bulan edukasi. Kita akan sosialisasikan kepada semua, baik itu ritel, pasar-pasar, sekolah-sekolah, dan lain-lain agar tidak lagi menggunakan kantong plastik,” tutur dia.

Dalam masa sosialisasi selama 6 bulan, Isnawa berharap masyarakat mulai terbiasa beralih dari kantong plastik ke kantong ramah lingkungan. Setelah sosialisasi, pergub akan dilaksanakan penuh, termasuk sanksi atas pelanggaran.

“Pada saat pergub-nya ditandatangani oleh Bapak Gubernur, harapan kita di akhir Desember ya. Kita meminta setiap ritel, pasar-pasar, mal-mal melaporkan kepada kita efisiensi dari tidak lagi menggunakan kantong kresek,” kata Isnawa.

Gubernur Anies sempar menyatakan, bahwa dirinya ingin agar larangan penggunaan kantong plastik di Jakarta itu, dibarengi dengan kebijakan Pemprov DKI dalam menyiapkan barang pengganti kantong plastik tersebut. Karena itu, dia belum meneken pergub tersebut.

“Ini tidak sesederhana melarang, ini bagaimana mengatur agar ada proses substitusi yang baik, menyiapkan agar bahan-bahan substitutifnya sudah siap,” ujar Anies.

Jika larangan penggunaan kantong plastik tak dibarengi dengan solusinya, Anies menyebut warga dan pelaku usaha akan kesulitan. Anies tidak ingin kebijakan Pemprov DKI Jakarta menyulitkan semua pihak.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here