DPR Minta Densus 88 Kirim Pasukan ke Papua

Ilustrasi

Jakarta, PONTAS.ID – Komisi III DPR meminta Polri bergerak cepat menangani pembantaian 31 pekerja di Kabupaten Nduga, Papua.

Anggota Komisi III DPR RI, Aboebakar Alhabsyi mendesak aparat kepolisian serius menjaga stabilitas keamanan. Jangan sampai pelaku teror dibiarkan tanpa penegakan hukum.

Politikus PKS ini juga mengatakan, aparat keamanan harus punya atensi yang tinggi terhadap persoalan ini.

“Saya rasa ini harus menjadi atensi khusus Densus 88 dan BNPT. Sebaiknya segera kirim Densus untuk menyelesaikan teror tersebut. Hukum harus ditegakkan, pelaku teror harus diburu dan diadili sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Aboe Bakar, Rabu (5/12/2018).

Sebab, menurut Aboe Bakar, kasus ini sudah masuk tindakan terorisme karena sudah menebar teror dengan membunuh puluhan pekerja.

“Ini adalah tindakan keji dan biadab, kita mengutuknya,” tegas dia.

Persempit Ruang Gerak KKB

Sementara itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong TNI bersama dengan Polri segera mempersempit ruang gerak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan aksi keji tersebut.

Bagaimanapun, tindak kriminalitas harus segera dituntaskan guna menciptakan stabilitas keamanan menjelang Natal dan Tahun Baru 2019.

“Polri harua segera mengirimkan pasukan keamanan ke daerah terkait agar dapat memberikan rasa aman terhadap pekerja PT. Istaka Karya dalam membangun jembatan Habema-Mugi, Kabupaten Nduga, Papua,” kata pria akrab disapa Bamsoet.

Bamsoet juga meminta agar keamanan nasional ditingkatkan mengingat beberapa bulan lagi Indonesia akan menggelar Pemilu Serentak 2019.

“Termasuk pengamanan dalam Pemilu 2019, serta meningkatkan pertahanan dan keamanan di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah-daerah pedalaman yang rentan terjadinya tindak kriminalitas, agar seluruh masyarakat Indonesia dapat hidup dengan aman tanpa adanya ancaman atau gangguan dari KKB dan pelaku tindak kriminalitas lainnya,” tambahnya.

Selain itu, Wakil Ketua Bidang Pratama Partai Golkar ini meminta, Badan Intelijen Negara (BIN) segera mendapatkan informasi akurat mengenai gerakan KKB dan kasus pembunuhan serta penyanderaan yang terjadi.

Hal itu guna memberikan masukan kepada TNI dan Polri dalam hal melakukan pengejaran maupun penumpasan KKB yang telah melakukan pembunuhan terhadap 31 orang pekerja tersebut.

“Dan kepada keluarga 15 orang pekerja yang masih disandera untuk tetap bersabar, berdoa, dan mempercayakan proses pembebasan kepada aparat keamanan,” jelas Bamsoet.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 31 karyawan PT. Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua meninggal dunia. Para korban diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Editor: Luki Herdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here