Gali Informasi Meikarta, Emil Akan Panggil Pemkab dan Pengembang

Jakarta, PONTAS.ID – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil), mengaku belum mengetahui pasti proses perizinan Meikarta yang saat ini ditangani Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Dia akan mempelajari ihwal pembangunan proyek tersebut sebelum menilai seperti apa kondisinya.

Emil mengatakan, proses administrasi Meikarta terjadi di kepemimpinan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar. Sebagai gubernur yang baru dilantik, dia belum mendapat banyak informasi terkait hal itu.

“Sebagai gubernur baru, saya belum berpengatuhan mendalam terkait Meikarta,” katanya di Bandung, Senin (22/10).

Untuk itu Emil belum mau bersikap terkait hal itu agar keputusannya tidak keliru.

“Dalam mengambil keputusan tentulah harus berdasarkan kelengkapan data. Per hari ini saya belum lengkap datanya,” katanya.

Oleh karena itu, Emil akan segera memanggil bawahannya yang dulu terlibat dalam proses perizinan megaproyek tersebut.

“Kemungiinan saya panggil juga dari Pemerintah Bekasi dan pengembang,” katanya.

Emil pun menyebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak terlibat dari perizinan pembangunan proyek tersebut. Pihaknya hanya merekomendasikan sehingga perizinannya menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Disinggung apakah pihaknya ke depan akan mengubah proses pemberian rekomendasi agar tidak terjadi hal serupa, Emil mengaku belum mengetahui pasti.

“Kasusnya (Meikarta) juga belum clear. Apakah terjadi penyalahgunaan prosedur ketataruangan, atau perizinan apa. Kan izin banyak, ada amdal, IMB, jadi suapnya itu berada di proses mana,” katanya.

Meski begitu, Emil memastikan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada KPK. Terlebih, lanjut Emil, ini lebih berat terkait persoalan hukumnya dibanding urusan administrasi perizinan.

“Isu ini domain pidana, suap menyuap. Karena sudah pidana, kewenangan penegakkan hukum, KPK. Pemprov mendorong KPK semaksimal mungkin melakukan penegakkan hukum terkait masalah yang ada,” bebernya.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here