Karding mengatakan, dirinya di setiap kesempatan selalu menghimbau untuk berkampanye dengan mengedepankan hal yang positif, jangan suka provokatif, menyampaikan statement tanpa data.
“Pilpres ini harus didorong menjadi ajang edukasi politik bagi masyarakat kita. Mari kita berpilpres dengan riang gembira, santai-santai saja. Kita kedepankan apa yang dimiliki paslon, bagaimana programnya, bagaimana harapan-harapan yang dijanjikan untuk masa depan jika dia berkuasa,” kata Karding.
Meski demikian kata Karding, tim siber pasangan calon seenaknya sendiri dan tidak terkontrol.
“Ini PR kita bagaimana tim siber, baik Pak Jokowi maupun Pak Prabowo tidak ngawur. Harus ada keberanian untuk menindak, secara internal dan menyerahkan ke hukum bila memang ada tim tim atau kelompok atau orang yang apa namanya berusaha membangun persepsi menang dengan cara-cara yang tidak baik,” kata Karding.
Sementara itu, anggota MPR Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan, menghentikan penyebaran berita bohong atau hoax menjadi tanggung jawab bersama.
“Perbedaan itu satu keniscayaan dan puncaknya kenikmatan itu ketika orang dapat ruang bebas untuk memilih. Di situlah sesungguhnya hak asasi manusia, ketika orang punya hak bebas memilih paling membuat orang bahagia di dunia ini,” jelasnya.
Dia berharap, tim sukses kedua pasang calon berupaya untuk meyakinkan publik bahwa yang paling bagus itu satu kewajaran.
“Jangan memasarkan jagonya dengan yang bagus dengan menginjak jago orang lain. Saya kira ini yang perlu harus diperhatikan untuk tidak dilakukan,” kata Jazuli.




























