Kampus dan Relawan jadi Perhatian Serius Timses Jokowi-Ma’ruf Amin

Mustar Bona Ventura, M. Yamin dan Maman Imanulhaq (kiri ke kanan), saat berbicara kepada wartawan di Media Center TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Rabu (26/9/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Netralitas kampus menghadapi Pemilu 2019 menjadi perhatian serius Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma,ruf Amin. Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia diharapkan tidak menjadi tempat politik praktis untuk kepentingan calon legislatif maupun calon Presiden dan Wakil Presiden.

Hal ini disampaikan Wakil Direktur Bidang Perguruan Tinggi dan Mahasiswa TKN Jokowi-Amin, Mustar Bona Ventura, di Media Center TKN Jokowi-Amin, Jl. Cemara Nomor 19, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

“Kami akan segera bertemu dengan rektor-rektor perguruan tinggi untuk menyatakan sikap tentang netralitas kampus pada Pemilu 2019. Hal ini sangat perlu agar marwah kampus sebagai lembaga independen tidak tarik menarik mendukung salah satu capres-cawapres yang akan turut berkontestasi pada Pemilu mendatang,” kata Mustar.

Rencana pertemuan dengan sekitar 4.000 perguruan tinggi ini, lanjut Mustar, untuk mendorong kampus melakukan deklarasi menyatakan kampus tetap netral dan tidak akan terseret menyudutkan salah satu kandidat pasangan capres dan cawapres.

“Kita berencana ingin mengumpulkan 4000-an kampus untuk mendeklarasikan netralitas pada saat pemilu 2019. Misalnya, hari ini dilakukan pertemuan dengan 100 rektor di Bali,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya lanjut Mustar, akan mengunjungi seluruh kampus di 34 provinsi, baik swasta maupun negeri. Karena kampus harus menjadi tempat yang independen, namun paling mudah untuk diseret-seret dalam politik praktis.

“Kampus paling mudah untuk digoda, dihasut dan diprovokasi. Bahkan mudah digerakkan untuk mendukung salah satu kandidat capres. Kita tidak mau itu terjadi,” tuturnya.

Pakta Integritas
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Relawan M. Yamin mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuat pakta integritas bagi relawan yang telah terdaftar di TKN, “Hal ini penting sebagai landasan moral yang kuat.” ungkap Yamin.

Pakta integritas ini, lanjut Yamin, untuk menjaga relawan Jokowi-Ma’ruf tidak melenceng ke mana-mana, “Kita tidak mau lagi ada seperti peristiwa saat relawan mengaku dapat proyek catering kemudian tidak membayar. Jadi harus ada pakta itegritas yang harus dibuat,” kata dia.

Hal ini diamini Direktur Relawan TKN Jokowi-Amin, Maman Imanulhaq, “Nanti relawan kita berikan rambu-rambu juga dengan adanya pakta integritas. Jangan sampai ada relawan saking semangatnya mendukung Jokowi-Ma’ruf malah melakukan hal yang kontraproduktif,” jelas Maman

Pakta integritas ini nantinya juga menjadi acuan pemberian sanksi bagi relawan yang dinilai keluar dari jalur, “Termasuk kita umumkan dia bukan relawan kita,” tegas Maman.

Maman juga melaporkan sudah ada 501 organisasi relawan yang telah siap mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi- Ma’ruf Amin dan didominasi relawan asal Jakarta, “Dan hampir merata di seluruh provinsi ada tim relawan,” kata Maman

Maman menambahkan, klasifikasi relawan yang bergabung berasal dari berbagai macam kalangan. baik dari kalangan milenial, perempuan, petani dan buruh.

Selain itu, sinergitas antara TKN dengan relawan menurut Maman sangat penting, “Karena kami punya dua kekuatan besar soliditas partai pendukung Koalisi Indonesia Kerja dan juga kekuatan relawan,” kata Maman.

Penulis: Stevanny Andriani
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here