Warga Diajak Jaga Etika Berpolitik

Jakarta, PONTAS.ID – Bakal calon wakil presiden (cawapres) KH Ma’ruf Amin mengajak masyarakat untuk menjaga situasi agar tetap kondusif dengan menjaga etika berpolitik.

Sebab, jika situasi politik kondusif, maka pemerintah bisa fokus dalam menjalankan amanat rakyat.

“Jangan sampai baru terpilih sudah didorong-dorong supaya mundur, supaya ganti presiden,” katanya, Senin (17/9/2018).

Menurut Kiai Ma’ruf, keinginan mengganti presiden harus dilakukan saat pemilihan umum. Dengan menyuarakan ganti presiden di saat yang tak tepat, lanjut dia, justru membuat situasi politik tak kondusif.

Pasalnya, Kiai Ma’ruf melanjutkan, dengan tuntutan tersebut presiden akan merasa tertekan. Akibatnya, kebijakan yang diterapkan pemerintah tak bisa berjalan maksimal.

“Ini dari tahun pertama sudah geger terus. Kalau begitu kapan mau membangun, duduk saja nggak bisa apalagi berdiri, didorong kanan didorong kiri. Kalau mau gaduh nanti pada saat pilpres,” jelas Kiai Ma’ruf.

Karena itu, Kiai Ma’ruf berharap, situasi politik seperti itu dapat dibenahi. Ia mengibaratkan, tuntutan ganti presiden sebelum masa jabatannya berakhir sebagai kerikil yang harus dibersihkan.

“Inilah yang saya sebut kerikil, becek-becek, genangan-genangan air, harus kita bersihkan supaya kita bisa tinggal landas,” ujar dia menegaskan.

Previous articleGerindra Siap Buka Pintu Ulama Masuk Timses Prabowo-Sandi
Next articleIPW Dukung Rencana Polri TerapkanĀ Tilang Elektronik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here