Masyarakat Kawasan Konservasi Mangrove Keluhkan Limbah Medis

Tumpukan karung limbah medis di lahan konservasi mangrove Karawang.

Jakarta, PONTAS.ID – Masyrakat Dusun Kepuh, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Karawang mengeluhkan bau dari limbah medis yang dibuang di kawasan konservasi mangrove.

“Kepala desa setempat tadi menyampaikan kepada kita perihal bau limbah medis yang dibuang di kawasan mangrove itu. Tadi kita sudah melakukan pembahasan untuk diangkut,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Rosmalia Dewi, Senin (10/9).

Pihak DLHK sudah melakukan pembahasan dengan Rumah Sakit Budi Asih yang mengakui jika limbah medis tersebut berasal dari mereka.

“Mereka (RS Budi Asih) sudah siap mengangkut dan menyimpan limbah medis itu diisolasi di rumah sakit. Hanya tinggal menunggu arahan dari Polres, karena limbah itu masih di police line dan sebagai bukti,” tuturnya.

Limbah medis yang dibuang sembarangan itu, harus diangkut oleh transporter yang memiliki izin khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Limbah medis ini kan limbah B3. Karena sifatnya infeksius. Kita tidak tahu terpapar virus atau bakteri apa bekas orang sakit. Tentu sangat khawatir jika menular terhadap warga,” imbuh Rosmalia.

Selanjutnya, penanganan pencemaran limbah medis juga akan melibatkan KLHK. Hari ini direncanakan KLHK datang untuk melakukan pengecekan lapangan di lokasi pencemaran.

“Karawang ini sifatnya menjadi korban. Karena lokasi rumah sakitnya di Bekasi. Dibuang limbahnya ke Karawang,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Minggu (9/9) dini hari warga dikagetkan dengan tumpukan puluhan karung berwarna kuning tercecer di kawasan konservasi mangrove. Setelah dilakukakan pengecekan, isi karung tersebut berupa limbah medis yang terdiri dari jarum suntik, kantong infus, kapas yang dipenuhi darah, hingga sarung tangan.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here