Mobil Hybrid dan Listrik Indonesia Bidik Pasar Australia

Mobil Jenis Hybrid, (Ilustrasi/ Foto: Toyota)

Jakarta, PONTAS.ID – Indonesia menyasar Australia sebagai pasar utama mobil hybrid (hibrida) dan listrik. Potensi tersebut muncul seusai rampungnya perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pekan lalu.

Bukan tanpa alasan, Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini melihat potensi itu dari negara tetangga Thailand. ‘Negeri Gajah’ Putih itu memiliki perkembangan pasar otomotif yang besar di Australia pascakesepakatan bilateral yang sama.

Kendati belum memiliki target angka, Iman optimistis Indonesia akan memiliki pangsa pasar yang tidak kalah besar dari Thailand.

Dengan beresnya IA-CEPA, pemerintah Australia bakal memberikan kemudahan ekspor mobil hibrida dan listrik berupa ketentuan asal barang berupa change in tariff heading (CTH), qualifying value content (QVC) 35% atau built in Indonesia from a complete knock down kit untuk mobil listrik dan hibrida.

Dengan masuknya produk otomotif tanah air ke Australia, Ni Made berharap produk tersebut juga dapat diterima negara-negara commonwealth dan pasar dunia lainnya.

“Kalau kita bisa masuk ke Australia, diharapkan bisa juga masuk ke negara commonwealth lain karena mereka memiliki standar yang hampir sama,” ujar Ni Made di kantornya, Jakarta, Jumat (7/9).

Ke depannya, ekspor otomotif diharapkan bisa memperkecil defisit perdagangan antara Indonesia dan Australia. Adapun berdasarkan data Kementerian Perdagangan, defisit neraca perdagangan antara kedua negara pada Januari-Mei 2018 mencapai US$757,9 juta.

Editor: Idul HM

Previous articleAneh, Kementerian Pertanian Tak Masuk Dalam Jaktranas Sampah
Next articleRI-Korsel Akselerasi Kerja Sama dan Investasi Industri Manufaktur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here