DPR Kritik Kementan Cetak Sawah Ditempat Tak Ada Sumber Air

Lahan Sawah/ Pertanian.

Jakarta, PONTAS.ID – Komisi IV DPR RI tengah melakukan evaluasi terhadap program cetak sawah yang dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan). Hal tersebut dilakukan karena adanya aduan terkait cetak sawah yang dibuat di titik-titik yang tidak memiliki sumber air untuk dijadikan saluran irigasi.

“Harusnya cetak sawah baru itu dibangun di dekat sumber air, mata air, untuk saluran irigasi. Tapi ada sawah baru itu tidak ada sumber air, tidak ada mata air, tidak ada sungai. Artinya kan salah itu,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi, Seperti dilansir dari Media Indonesia.com, Senin (27/8/2018).

Menurutnya, evaluasi dan pengawasan harus dilakukan mengingat program tersebut menggunakan alokasi dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Karena ini menyangkut APBN, kami harus melakukan pengawasan agar APBN efektif dan tepat sasaran,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Pending Dadih Permana mempersilahkan Komisi IV untuk melakukan evaluasi. Pasalnya, sejak 2015, ketika program cetak sawah dilakukan, audit juga selalu dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Semua program selalu ada evaluasi. Tentunya masalah pasti ada dan kami juga selalu melakukan perbaikan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, Komisi IV DPR RI tidak bisa hanya melihat pada cetak sawah yang bermasalah saja karena ada lebih banyak hasil baik yang diciptakan dari dilaksanakannya program tersebut.

“Berapa banyak yang tidak sempurna dibandingkan yang berhasil. Ada banyak yang sudah berhasil. Dulu tanah tidak bisa digarap, sekarang bisa panen dua kali tapi kabar itu tidak naik ke permukaan. Yang diangkat itu selalu yang bermasalah. Tetapi itu juga tidak menjadi persoalan untuk kami karena bisa membantu kami mengevaluasi,” tuturnya.

Terkait lahan sawah yang dibangun jauh dari sumber air, Dadih mengatakan di beberapa tempat, itu memang terjadi. Ia menjelaskan lokasi-lokasi itu memang dimaksudkan untuk sawah tadah hujan yang mengandalkan hujan sebagai sumber air.

“Tetapi itu juga kami buatkan pompa, ada pipa buat menarik air. Setiap ada masalah kami carikan solusinya,” tandasnya.

Editor: Idul HM

Previous articleKasus Idrus Tak Pengaruhi Suara Golkar
Next articleTimses Jokowi Sebut Gerakan Ganti Presiden ‘Politik Barbarianisme’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here