Jokowi Menang di Survei, Timses: Sebelah Tak Punya Program Kongkrit

Dedek Prayudi Juru bicara bidang Kepemudaan Partai PSI

Jakarta, PONTAS.ID – Kami, walaupun senang, tidak terkejut dengan hasil survey LSI Denny JA yang membuktikan justru ibu-ibu adalah kelompok yang sangat banyak memilih Jokowi (50,2 persen) dibandingkan Prabowo (30 persen).

“Ibu-ibu sadar bahwa program-program pro rakyat sangat membantu kehidupan mereka, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) di mana kucuran dana yang diterima ibu-ibu meningkat terus,” kata Dedek Prayudi, juru bicara Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin, melalui keterangan resminya kepada PONTAS.id, Kamis (23/8/2018).

Demikian halnya dengan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), lanjut Prayudi, juga memastikan bahwa kondisi ekonomi ibu-ibu bukan penghalang untuk anak-anak mereka supaya sehat dan pintar.

Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Uki ini, mengatakan pihaknya menangkap kesan bahwa sedang terjadi provokasi terhadap ibu-ibu oleh koalisi sebelah (Prabowo-Sandiaga Uno) menggunakan narasi yang tidak berimbang untuk menggerus elektabilitas Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

“Upaya ini tidak akan banyak berpengaruh selama mereka tidak punya program kongkrit yang lebih baik dari program-program Jokowi,” terang pria yang merupakan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Masih menurut Uki, soal elektabilitas Jokowi-KH Ma’ruf Amin khususnya di kalangan wong cilik, memiliki jarak yang lebar, yakni 54,7 persen dibandingkan pasangan Pabowo-Sandiaga Uno yang hanya mencapai 25,2 persen. Kalangan inilah yang menjadi pemilih terbesar pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin karena merupakan kelompok yang paling merasakan dampak dari rendahnya angka kemiskinan serta menurunnya ketimpangan ekonomi.

“Wong ciliklah yang paling merasakan program-program pro-rakyat seperti dana Bansos, dana desa dan ekspansi aliran listrik hingga 10 juta lebih rakyat Indonesia yang sebelumnya tak ada akses terhadap listrik, kini memiliki listrik dirumah mereka,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno berjanji akan berjuang untuk kesejahteraan ’emak-emak’ sebutan lain dari ibu-ibu.
Pasangan ini berjanji, akan menurunkan harga-harga (kebutuhan pokok) serta melakukan stabilisasi harga pangan.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articleKali Sentiong Menyengat Lagi, Keluarga Alumni UGM Kembali Semprot Mikroba
Next articleNarkotika, Konglomerat dan Penegakan Hukum