Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya memberikan apresiasinya kepada para pelaku industri pariwisata yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tergabung di berbagai asosiasi, yang kompak dan tanggap terhadap bencana gempa yang terjadi pada Hari Minggu (29/7/2018) kemarin.
Mereka adalah PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) NTB, ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) NTB, INCCA (Indonesian Congress and Convention Association) NTB, IMA (Indonesia Marketing Assosiation) NTB dan ASTINDO (Asosiasi Travel Agen Indonesia).
“Terima kasih atas kerjasama yang bagus antara pelaku industri, asosiasi, Kadispar NTB dan Ketua Poltekpar Lombok yang langsung bergerak sejak 29 Juli 2018 pukul 21.00 WIB. Termasuk membuat kesepakatan untuk membantu proses tanggap darurat buat wisatawan,” kata Arief dalam siaran pers Kemenpar, Selasa (31/7/2018).
Arief pun memuji para pelaku industri pariwisata di Lombok, lantaran telah menyiapkan fasilitas hotel dengan free of charge pada 30 Juli 2018, dan selanjutnya best discount atau tidak akan lebih dari 50 persen.
“Saya mengapresiasi langkah cepat ini, termasuk Poltekpar Lombok, lembaga di bawah Kemenpar yang langsung menurunkan foodtruck-nya ke Sembalun. Terima kasih, itu aksi kemanusiaan yang sangat simpatik,” tutur Arief.
Arief menilai, bahwa apa yang dilakukan asosiasi industri pariwisata di Lombok itu adalah investasi jangka panjang. Publik internasional akan sangat simpatik dengan langkah-langkah kemanusiaan itu. Ketika mereka sedang membutuhkan pertolongan, para industri tidak memperlakukan mereka secara bisnis, tetapi lebih ke kemanusiaan.
“Mereka, keluarga mereka, dan banyak pihak tidak akan melupakan kebaikan hati orang Lombok dan NTB. Mereka akan mencatat, dan mengabarkan ke semua pihak bahwa orang Lombok dan pelaku pariwisata di sana sangat baik, perhatian, dan berjiwa kemanusiaan yang tinggi,” ungkapnya.
Seperti yang dilaporkan Kadispar NTB Lalu Faozal, hasil rapat bersama Asosiasi Industri Pariwisata di Golden Palace bersama 5 ketua asosiasi itu sepakat untuk menggunakan SOP yang sudah berlaku di Kemenpar dan pernah diterapkan di Bali saat Gunung Agung aktif.
Asosiasi Industri Pariwisata sudah menyiapkan 8 Hotel dengan kamar gratis hari pertama, buat wisman. Saat ini ada 9 wisman Malaysia yang menginap di Golden Palace, dan 5 wisman di Lombok Plaza. Adapun hotel yang siap menampung wisman dengan free of charge (FOC) adalah Golden Palace, Lombok Raya, Idoop, Lombok Plaza, Santika, Fave, Puri indah dan Grand Legi.
“Bahkan, Asosiasi Industri Pariwisata semua yang akan mengantar langsung 1 jenazah wisman asal Malaysia sampai ke Kuala Lumpur bersama rombongan, rencananya hari ini 30 Juli setelah divisum dan disaksikan oleh Kedutaan Malaysia. Tetapi info terbaru, pihak keluarga korban akan terbang ke Lombok dulu, baru bersama-sama terbang ke Kuala Lumpur,” ungkap Faozal.
Selain itu, Faozal juga melaporkan, ada 10 wisman Malaysia kehilangan passport, dan sudah tertangani oleh Kantor Imigrasi Mataram. Mereka dibuatkan emergency passport, setelah ada konfirmasi dari Kedutaan Malaysia di Jakarta.
Ada beberapa wisman Malaysia yang juga sedang dirawat di RSU Provinsi NTB dan disupport penuh. IMA Mataram memfasilitasi peti jenazah buat korban yang akan diterbangkan ke Kuala Lumpur. Lalu GIPI NTB dan ASTINDO NTB mengumpulkan dana dan memberi asistensi secara maksimal.
Editor: Risman Septian




























