Atambua, PONTAS.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan Festival Cross Border Atambua, dalam rangka mendatangkan wisatawan mancanegara dari Timor Leste untuk berkunjung ke Indonesia.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana mengungkapkan bahwa event tahunan Festival Cross Border Atambua 2018 ini selalu mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat lokal dan wisatawan, baik wisman dari Timor Leste maupun wisatawan nusantara (wisnus).
Terbukti, dalam Festival Cross Border Atambua yang diselenggarakan di Lapangan Simpang Lima, Atambua, Belu, NTT, Sabtu (28/9/2018) malam, sukses mengajak 20 ribu penonton untuk menyanyi bersama. Penampilan dari musisi Timor Leste, Ego Lemos, dan Kikan mantan vokalis band Cokelat, berhasil mengundang penonton dari berbagai daerah.
Dia lantas menyatakan, bahwa Festival Cross Border Atambua 2018 itu merupakan salah satu perwujudan Nawa Cita ketiga Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
“Kita ingin meningkatkan kunjungan wisman, khususnya pasar Timor Leste lewat pos-pos pintu perbatasan. Khususnya yang ada di NTT melalui 3 Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Yaitu PLBN Mota’ain di Belu, PLBN Motamasin Malaka, dan PLBN Wini di Timor Tengah Utara. Juga melalui 6 PLB lainnya,” kata Pitana dalam siaran pers Kemenpar, Senin (30/7/2018).
Festival Cross Border Atambua ini dibuka dengan sambutan dari Johannes Andreas Prihatin (Wakil Bupati Kabupaten Belu), Guruh Soekarno Putra, Marius Jelamu (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT), dan Hendry Noviardi (Perwakilan Asdep Pemasaran I Regional III Kemenpar). Acara dibuka dengan penabuhan drum bersama.
Pada event ini juga diumumkan pemenang dance competition yang dilaksanakan pada hari pertama (27/07). Juara pertama dari dimenangkan Doovan Crew dari Kupang, Posisi kedua ditempati Sanggar Fatara dari Kefamananu, dan juara ketiga diraih oleh Edura Dance dari Timor Leste yang telah menghadirkan bendera Indonesia dan Timor Leste sebagai simbol persahabatan kedua negara.
Menurut Kabid Area II (Wilayah Nusa Tenggara) Kemenpar, Hendry Noviardi, hal ini membuktikan jika Festival Cross Border Atambua gaungnya terdengar hingga negara tetangga. “Kehadiran peserta Timor Leste membuat kompetisi semakin seru. Penonton juga antusias,” katanya.
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya pun turut menyambut baik pelaksanaan Festival Cross Border Atambua. Menurutnya potensi mendatangkan wisatawan dari negeri tetangga cukup terbuka.
“Acara ini mempunyai nilai yang bagus. Karena, dilaksanakan di daerah perbatasan dengan negeri tetangga. Musisi yang tampil juga sudah punya nama. Dan bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat Timor Leste untuk datang ke Atambua. Potensi-potensi wisatawan perbatasan harus terus digali. Harus disiapkan beragam atraksi untuk menggoda mereka,” kata Arief.
Acara Festival Cross Border Atambua 2018 ini merupakan salah satu event yang diselenggarakan Kemenpar di NTT di antara puluhan event lainnya. Bahkan Kemenpar telah menetapkan empat kegiatan di NTT yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) Nasional 2018 yaitu Tour de Flores, Festival Likurai Timor, Festival Komodo, dan Parade Sandelwood dan Tenun Ikat Sumba. Karena itu, NTT tercatat sebagai salah satu provinsi yang paling banyak kegiatannya dalam CoE Nasional 2018.
Editor: Risman Septian



























