BBKSDA Rilis Video Keluarga Harimau Sukses Berkembang Biak

Harimau Sumatera (Ist).

Jakarta, PONTAS.ID – Dalam perayaan Global Tiger Day,  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan WWF Indonesia merilis video langka yang menunjukkan keberadaan harimau sumatra di bentang alam SM Rimbang Baling.

Satu keluarga harimau sukses berkembang biak di alam liar yang merupakan habitatnya.

Selain itu, WWF Indonesia program Riau juga merilis buku tentang kawasan Rimbang Baling lengkap dengan kearifan lokal dari masyarat sekitarnya daerah konservasi harimau sumatra tersebut.

Sebagai predator utama pada rantai makanan, harimau di alam berperan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang mendukung kelangsungan hidup spesies lainnya dan manusia.

Namun keberadaan harimau saat ini berstatus kritis, hanya tersisa sekitar 3.900 individu harimau liar di dunia. Itu berarti hanya bisa ditemukan sekitar 5% dari jangkauan mereka, jika dibandingkan dengan seabad lalu.

“Video ini adalah bukti yang mengagumkan dan membuktikan bahwa Harimau sumatera berkembang biak seperti kucing, jika saja mereka memiliki habitat yang terlindungi, memiliki cukup mangsa dan tidak diburu,” kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Minggu (29/7).

Dia mengungkapkan, untuk mencapai TX2 atau menambah jumlah dua kali lipat, pihaknya sangat membutuhkan bantuan masyarakat lokal dan setiap orang yang peduli harimau untuk mendukung usaha-usaha konservasi harimau.

Suharyono menjelaskan perkembanganbiakan harimau sumatra yang tertangkap kamera ini adalah kabar baik. Pasalnya, pihaknya menargetkan meningkatkan populasi harimau,yang merupakan salah satu di antara 25 satwa terancam punah, hingga 10%. Hal itu sesuai dengan indikator kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seperti yang dimandatkan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Begitupun dengan Direktur Sumatra dan Wildlife WWF Indonesia Suhandri
mengatakan adanya video ini membuktikan harimau sumatra yang sehat dapat berkembang biak dengan baik di Sumatra Tengah. Hal ini juga menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan harimau dan habitatnya.

Menurutnya, perdagangan ilegal tetap menjadi salah satu ancaman terbesar dan paling cepat terhadap harimau di alam liar. Rantai perdagangan yang panjang dari Sumatra Barat sampai kepada tujuan akhir.

“Hukum harus ditegakkan, kejahatan terhadap satwa liar harus dihentikan. Inisiatif-inisiatif yang bertujuan mengubah perilaku dibutuhkan untuk mengurangi permintaan terhadap bagian-bagian tubuh harimau dan produk-produknya,” jelas Suhandri.

Sejauh ini, untuk menaikkan populasi harimau Sumatra BBKSDA Riau telah bekerja sama dengan banyak pihak, diantaranya dengan WWF Indonesia, Para pemerhati harimau, dan masyarakat lokal.

Editor: Idul HM

Previous articleTargetkan Wisman dari Timor Leste, Kemenpar Gelar Festival Cross Border di NTT
Next articleSkema Impor Gula Mentah Untuk Bahan Baku Gula rafinasi dan Gula Kristal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here