
Jakarta, PONTAS.ID – Pencarian korban dan bangkai KM Sinar bangun yang menelan ratusan jiwa, resmi dihentikan secara Nasional, Selasa (3/7).
Penghentian pencarian korban ditandai dengan peletakan batu pertama Monumen KM Sinarbangun, dan ibadah bersama di Pelabuhan Tigaras dan salat gaib di lokasi monumen KM Sinarbangun.
Ibadah di pelabuhan Tigaras dilaksanakan lintas agama yang dipimpin oleh para Hamba Tuhan lintas gereja. Ibadah yang dilaksanakan merupakan penguburan jenazah yang tidak dilihat, masing-masing hamba Tuhan melaksanakan sakramen sesuai dengan sekte masing-masing.
Panasnya terik matahari tidak menjadi masalah bagi keluarga korban yang mengiklaskan kepergian anggota keluarganya walaupun tampa pandangan terakhir. Harapan menatap sosok anggota keluarga diakhiri dengan harapan yang kandas.
Tim Basarnas telah melakukan berbagai upaya, namun tetap gagal walaupun titik koordinat bangkai dan sosok jenazah sudah ditemukan.
Derasnya arus Danau Toba membuat peralatan milik Basarnas tetap gagal mengevakuasi bangkai kapal dan para korban dari dasar Danau. Akibatnya seluruh pihak keluarga merelakan (ikhlas) kepergian anggota keluarganya.
Dikemudian hari, jika ditemukan bagian tubuh korban, korban akan dimakamkan di monumen yang disediakan sekira 30 meter dari pelabuhan Tigaras.
Anggota keluarga yang ditinggal diberi waktu menaburkan bunga kedalam Danau dan benda lainya sejenis pakaian sebagai tanda perpisahan.
Editor: Idul HM



























