
Jakarta, PONTAS.ID – Bupati Klaten , Sri Mulyani, bersama Sekretaris Utama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) RI, Falconi Margono Sutarto, melakukan panen raya padi program Agro Techno Park (ATP) di Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo, Klaten, kemarin.
Panen raya ini merupakan varietas hasil penelitian dan pengembangan Batan RI berjenis Inpari Sidenuk, dengan produksi 10,9 ton per hektare. Hasil ini di atas rata-rata 6,5-7,5 ton produksi padi di Klaten.
Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya menjelaskan program Agro Techno Park (ATP) di Kabupaten ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Klaten, dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional, yang telah di mulai pada Tahun 2015 untuk memanfaatkan hasil penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir bagi kesejahteraan masyarakat.
“Semoga kerjasama kemitraan ini dapat berjalan lebih baik lagi kedepan serta memberikan solusi yang terbaik dan bermanfaat, baik bagi Pemerintah Kabupaten maupun masyarakat “ kata Sri Mulyani.
Kepala Bappeda Klaten, Sunarno mengatakan Pemkab Klaten dan Batan menjalin kerja sama pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan iptek nuklir untuk kesejahteraan masyarakat sejak 2013.
Pada tahap awal, program ATP berlokasi di Desa Sentono, sebagi percontohan dengan luas areal 10 hektare. Namun, hingga tahun keempat ini, program ATP telah dikembangkan di sejumlah desa di Kecamatan Trucuk, Jatinom, Tulung, Cawas, Ceper, dan Manisrenggo, dengan luas lahan 390 hektare.
“ATP ialah program pengembangan pertanian terpadu berbasis teknologi terintegrasi pengembangan tanaman padi-kedelai dan peternakan sapi,” pungkas Sunarno.
Perlu diketahui, Energi nuklir adalah satu-satunya sumber listrik yang tidak memancarkan gas rumah-kaca, yang dapat secara efektif mengganti bahan-bakar fosil.
Di Indonesia, pengembangan teknologi nuklir telah diupayakan dengan cara mendirikan Batan yang bertugas mengoperasikan fasilitas penelitian teknologi nuklir. Hasil-hasil yang diperoleh selama ini telah membantu meningkatkan kehidupan rakyat Indonesia, khususnya bidang Pertanian diantaranya:
- Bidang Peternakan
Para peneliti Indonesia berhasil menggunakan isotop radioaktif untuk mendayagunakan pakan sehingga dengan jumlah pakan yang sama akan dapat dikomsumsi oleh lebih banyak ternak. Namanya adalah Urea Molasses Multinutrient Block (UMMB) yang telah digunakan oleh para peternak di Jabar, Jateng, dan kawasan timur Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Barat.
- Bidang Pertanian
Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) telah menghasilkan sejumlah varietas unggul yang baru dengan cara mutasi oleh imbas radiasi, seperti varietas padi untuk dataran rendah dan dataran tinggi, kedelai, dan kacang hijau.
Selain bidang pertanian, pemamfaatan teknologi nuklir juga dilakukan untuk bidang pertambangan dan kedokteran.
Editor: Idul HM



























