Mapolda Sumut Tetapkan Empat Orang Tersangka Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Kapal KM Sinar Bangun (Ist).

Jakarta, PONTAS.ID – Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada Senin (18/6), pukul 17.30 WIB

Kejadian yang merenggut lebih dari 100 nyawa itu menyeret nakhoda KM Sinar Bangun yang sekaligus pemilik kapal beserta 3 orang lainnya.

“Tersangkanya yaitu nakhoda sekaligus pemilik kapal atas nama Poltak Soritua Sagala, pihak regulator, Karnilan Sitanggang, yang juga sebagai pegawai honor Dishub Samosir,” jelas Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw di Mapolda Sumatera Utara, Senin (25/6).

“Kemudian Kapos Pelabuhan Simanindo, Golpa F. Putra, dan Kabid Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP), Rihad Sitanggang,” imbuhnya.

Paulus mengatakan, para tersangka terbukti melanggar berbagai aturan. Mulai dari kapal berlayar tanpa memiliki surat persetujuan berlayar, melayarkan kapal tidak layak, hingga mengoperasikan kapal tanpa memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Paulus menjelaskan modus para tersangka dalam melayarkan kapal adalah untuk mencari keuntungan dengan penumpang yang berlebihan. Seharusnya kapal hanya menampung maksimal 45 orang, sesuai dengan surat kelengkapan pengangkutan.

Saat ini, para tersangka telah ditahan di Mapolda Sumatera Utara. Sejumlah barang bukti turut telah diamankan, yakni 45 blok karcis retribusi masuk pelabuhan seharga Rp 500, 48 blok retribusi pemeliharaan dermaga Rp 500, dan fotokopi dokumen kelengkapan KM Sinar Bangun bernomor 117.

Para tersangka dijerat Pasal 302 atau 303 Undang-undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran jo Pasal 359 KUHPidana dengan hukuman kurungan penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 1,5 miliyar.

Editor: Idul HM

 

Previous articleKapolri Sebut Pengamanan Ramadan hingga Arus Balik Lebaran Lancar
Next articlePBB Girang Saudi Cabut Larangan Mengemudi Bagi Perempuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here