Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian menyatakan ketersediaan dan harga komoditas bahan pokok sejauh Ramadan berjalan dalam kondisi aman terkendali.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan saat ini stok berbagai bahan pangan mulai dari beras hingga daging tersedia dan dapat dibeli dengan harga yang terjangkau.
“Hukum ekonomi berlaku. Harga tidak naik karena suplai ada. Kami memastikan itu. Saya dan seluruh eselon satu melihat langsung, memantau langsung di 34 provinsi. Stok akan aman sampai tiga bulan ke depan,” ujar Enggartiasto di Jakarta, Senin (4/6).
Ia juga mengatakan akan terus mengontrol harga beras di pasar, baik tradisional maupun ritel, sehingga harga yang ditarwarkan kepada konsumen tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) sebagaimana telah ditetapkan pemerintah.
“Semua pedagang beras di pasar, baik tradisional dan ritel, wajib menjual beras seusai HET. Kalau mereka idak puna stok, bilang kepada kami nanti pemerintah yang siapkan berasnya dari Perum Bulog,” tegasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menguatkan pernyataan Enggartiasto.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Amran menjabarkan stok beras selama periode Ramadan dan lebaran jauh melebihi angka kebutuhan.
“Kebutuhan beras pada Mei hingga Juni adalah tercatat 5,33 juta ton. Sedangkan pasokan pada periode itu sebanyak 9,10 juta ton,” terang Amran.
Kebutuhan jagung pada periode yang sama juga diklaim surplus dengan perbandingan antara kebutuhan dan pasokan sebesar 3,06 juta dan 4,51 juta ton.
Hal yang sama terjadi pada daging ayam ras. Stok komoditas tersebut pada periode Mei dan Juni tercatat sebesar 626 ribu ton sementara kebutuhan hanya 535 ribu ton. Juga persediaan daging sapi dan kerbau yang mencapai 133 rieub ton dengan angka kebutuhan hanya 116 ribu ton.
Editor: idul HM




























