BNPT Minta Lapas Khusus Napiter

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius

Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan, saat ini 289 narapidana terorisme tersebar di 113 lapas di seluruh Indonesia. Untuk itu BNPT membutuhkan satu lapas khusus napiter agar program deradikalisasi terpusat.

“Makanya dibutuhkan satu lapas yang khusus sekarang sedang dibangun di Nusakambangan dan Kapolri juga sudah minta dibangun baru di Cikeas untuk pengganti yang di Mako Brimob,” kata Suhardi Alius, Kamis (31/5/2018).

Dengan lapas yang terpusat dan khusus, diharapkan BNPT dapat melibatkan lebih banyak stakeholder terkait. Seperti ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU, psikolog serta dari kalangan akademisi.

Konsep tahanan napiter pun harus berbeda dengan lapas pada umumnya. Harus dibedakan berdasarkan tingkatan paparan radikalisme dari tingkatan paling bawah hingga tinggi.

“Sehingga treatment kita jelas. Jangan sampai nanti kita berikan ulama yang ada di bawahnya. Bisa berbalik (terpapar),” jelasnya.

BNPT pun mengeluhkan program deradikalisasi kerap mendapatkan penolakan dari masyarakat. Pasalnya, masyarakat belum paham tugas dan fungsi BNPT berbeda dari aparat penegak hukum.

“Bahkan kami masuk saja kadang-kadang masih sangat resisten ya, masyarakat belum bisa membedakan antar BNPT dan Densus,” pungkasnya.

Previous articleWarga: Terimakasih Jokowi, Terimakasih BPN
Next articleSaingi Zomato, Traveloka Terjun ke Bisnis Kuliner