November 2019, Pasar Atas Bukittinggi Siap Tampung 1.305 Pedagang

Proyek Rekonstruksi Pasar Atas Kota Bukittinggi, Sumatera Barat

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya akan melakukan groundreaking rekonstruksi Pasar Atas Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Adapun kapasitas pasar yang direncanakan terdiri dari 763 unit kios ukuran 3×4 meter dan 542 unit lapak 1,5×2 dengan target pembangunan hingga November 2019. Sebagaimana diketahui, Pasar Atas yang merupakan salah satu pasar bersejarah di Kota Bukittinggi habis terbakar pada akhir Oktober 2017 lalu.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, Area pasar yang akan dibangun sudah siap untuk groundbreaking setelah lebaran 2018.

“Jika berkenan, Presiden Joko Widodo yang akan melakukan groundbreaking. Namun jika berhalangan, kemungkinan beliau akan meninjau saat proses pembangunan berjalan. Pasar ini penting untuk denyut nadi Kota Bukittinggi dan memiliki nilai sejarah, karena Bukittinggi pernah jadi ibu kota (sementara) negara RI,” kata Endra, melalui keterangan resminya yang diterima PONTAS.id, Selasa (22/5/2018).

Pada tahun 2018, Kementerian PUPR telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 59 miliar untuk memulai pembangunan fisik, dan selanjutnya untuk tahun depan dianggarkan sebesar Rp 295 miliar. “Hampir Rp 355 miliar untuk renovasi (total) pasar dari APBN sesuai perintah Pak Presiden. Tapi desainnya sebagian dari Pemerintah Kota Bukittinggi,” katanya.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pekerjaan bangunan gedung Pasar Atas seluas 39.200 meter persegi dan dapat menampung kios ukuran 3×4 meter sebanyak 763 unit, lapak 1,5×2 meter sebanyak 542 unit, dan parkir 400 kendaraan roda 4. Pasar ini nantinya akan memiliki tiga lantai dan satu basement untuk parkir kendaraan.

Endra menambahkan, rekonstruksi Pasar Atas menggunakan desain baru dengan konsep green bulding dengan sirkulasi yang lebih baik. “Kebakaran yang kemarin terjadi, salah satunya karena sirkulasi udaranya jelek, sehingga api cepat sekali menjalar. Target selesai pembangunannya November 2019,” jelas Endra.

Editor: Hendrik JS

Previous articleRamadhan Style, Desainer Itang Yunasz Tampilkan 20 Looks
Next articleTerkait Royalti Lagu, LMKN dan LMK Harus Lakukan Terobosan