UMKM Sulut Butuh Rumah Kemasan Guna Tingkatkan Kualitas Produk

Manarou Souvenir Tampung Semua Produk UMKM Sulut

Sulut, PONTAS.ID – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sangat membutuhkan rumah kemasan dalam upaya meningkatkan kualitas produk sehingga laku di pasaran.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulut, Ivanry Matu, menuturkan masih banyak produk UMKM Sulut yang belum terkemas secara rapi dan menarik. Sebagian besar masih menggunakan cara-cara tradisional, seperti masih ada kemasan keripik pisang yang bakar pakai lilin untuk menutup kemasan tersebut. Hal ini menjadikan produk UMKM tidak berdaya saing.

“Dari sisi mutu produk UMKM Sulut sudah memenuhi standar, namun masih terkendala pengepakan dan kemasan yang kurang menarik,” kata Ivanry selaku Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulut, Manado, Selasa, (15/5/18).

Menurut Ivanry, selama ini, pihaknya masih membuat kemasan di Jawa sehingga berpengaruh pada biaya produksi dan waktu pengiriman, yang pada gilirannya berdampak pada harga jual. Karena itu, Ivanry meminta pemerintah memfasilitasi rumah Kemasan di Sulut, sekaligus dengan industri kemasannya yang bisa menjangkau wilayah Indonesia Timur.

Ivanry mengatakan di Dinas Perindag Sulut ada beberapa alat kemasan yang cukup bagus yang didapat dari pemerintah pusat, tapi itu belum termanfaatkan secara maksimal.

“Kami mengusulkan untuk alat-alat tersebut diwadahi dalam satu unit pelaksana teknis dan dikelola secara profesional. Siapa tahu, bisa mendapatkan pemasukan juga untuk negara, dan hentikan bantuan alat yang tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Ia menjelaskan menurut informasi sudah ada kajian pembuatan rumah kemasan di Provinsi Sulut, tapi mungkin sepertinya belum ditindaklanjut, padahal kajian tersebut sudah ada sejak tahun 2014. Apalagi, katanya, menghadapi turis mancanegara maupun lokal, maka UMKM itu harus berdaya saing.

Pemerintah menargetkan 1 juta turis di Sulut pada tahun 2018. Nah, peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai pelaku UMKM tidak terpapar dampak ekonominya akibat mereka menggunakan kemasan yang tidak diminati oleh para turis.

Previous articleKemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan Hari Ini
Next articleHarga Daging Sapi Sentuh Rp 170 Ribu Per Kilo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here