H-43 Elektabilitas Sudirman-Ida Jalan di Tempat

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo - Taj Yasin

Semarang, PONTAS.ID – 42 hari menjelang pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 Juni 2018, elektabilitas Sudirman Said – Ida Faiziyah (Sudirman-Ida) masih berada di kisaran 11,5 persen, alias jalan di tempat.

Sementara calon petahana Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen (Ganjar-Yasin) telah mencapai 58,8 persen. Angka ini melampaui the magic number yakni 50 persen.

Elektabilitas kedua pasangan calon ini terungkap dari hasil survei yang dilakukan Alvara Research Center yang menunjukkan bahwa elektabilitas Ganjar-Yasin tidak mampu dikejar penantangnya yakni pasangan Sudirman-Ida.

“Dari hasil survei yang kami lakukan, Ganjar-Yasin mendapatka 58,8 persen, sementara pesaingnya Sudirman-Ida hanya 11,5 persen,” kata CEO Alvara Research Center Hasanudin Ali di Semarang, Senin (14/5/2018).

Ali mengatakan, hasil ini berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya dari 20 hingga 30 April 2018 menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode pengambilan sampel “multi stage random sampling” dengan rumah tangga sebagai unit terkecil, dan survei ini memiliki “margin error” sebesar 3,16 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pengumpulan data kata Ali, dilakukan melalui wawancara tatap muka dari rumah ke rumah terhadap 1.000 responden yang memiliki hak pilih pada Pilgub Jateng mendatang dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah.

Ali kemudian mengungkapkan, berdasarkan data-data dari survei yang mereka lakukan, dapat dikatakan peluang Ganjar-Yasin memenangi kontestasi Pilgub Jateng 2018 cukup besar, terlebih ditopang empat indikator utama merujuk hasil survei.

“Pertama, kepuasan masyarakat terhadap kinerja petahana sangat mencapai angka 85,3 persen. Artinya, selain mengapresiasi kepemimpinan Ganjar Pranowo, publik juga mengakui kinerja petahana yang berimplikasi pada penguatan nilai elektoral Ganjar-Yasin,” terang dia.

Kepuasan publik tertinggi terhadap kinerja petahana Ganjar Pranowo terdapat pada aspek kebebasan berpendapat yakni 86,6 persen, penyediaan listrik (86,5 persen), pelayanan pendidikan (86,4 persen).

Indikator kedua adalah popularitas Ganjar-Yasin memiliki elektabilitas tertinggi dan merata di berbagai segmen pemilih, serta tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

“Indikator ketiga adalah jarak elektabilitas Ganjar-Yasin dengan Sudirman-Ida mencapai 45,6 persen yang angkanya lebih tinggi dari jumlah “undecided voters” sebesar 30,0 persen.

Sehingga meskipun Sudirman-Ida berhasil menggaet seluruh ‘undecided voters’, masih belum mampu mengejar posisi elektoral Ganjar-Yasin.

Kemudian, indikator keempat adalah kuatnya soliditas pemilih Ganjar-Yasin yang mencapai 68,2 persen yang menunjukkan 31,8 persen pemilih Ganjar-Yasin yang masih mungkin mengubah pilihan.

“Menariknya, soliditas pemilih Sudirman-Ida justru lebih rendah yakni 60,7 persen sehingga terdapat 39,3 persen pemilih yang masih mungkin berpindah,” ujarnya.

Ali melanjutkan, citra yang melekat pada Ganjar-Yasin dan Sudirman-Said menunjukkan diferensiasi yang berbeda.

Tiga citra tertinggi Ganjar-Yasin adalah dekat dengan rakyat, tokoh terkenal, berjiwa pemimpin, sedangkan citra pada Sudirman-Ida adalah intelektual/pintar, memiliki kemampuan yang baik, serta berwibawa.

Untuk itu, Ali menyarankan agar pasangan Ganjar-Yasin, terus menjaga suara di daerah-daerah kemenangan, sedangkan pasangan Sudirman-Said disarankan untuk mengoptimalkan kinerja mesin partai pendukung mengejar ketertinggalan. (Kontri)

Editor: Hendrik JS
H

Previous articleDiginesia Dorong Pemanfaatan Digital dalam Berbisnis
Next articleDampak Teror Bom Surabaya, ASITA: Antisipasi bagi Pariwisata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here