Airlangga Ajak Pelaku Industri Bergandenagan Tangan Lawan Aksi Teror

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Sekjen Kemenperin Haris Munandar, Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara dan Kepala Biro Kepegawaian Kemenperin Achmad Sanusi berfoto bersama dengan perwakilan CPNS pada Inspiring Lecture Tahun 2018 di Kementerian Perindustrian Jakarta, 14 Mei 2018.

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan aksi terorisme. Namun, masyarakat khususnya pelaku industri, tidak perlu panik dan takut karena akan berdampak pada iklim investasi di Indonesia.

“Para pelaku industri di Indonesia harus berpegangan tangan untuk bersama-sama melawan aksi terorisme yang terjadi. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan terus melakukan aktivitas ekonomi dan juga ekspansi,” tuturnya pada acara Inspiring Lecture dengan tema “Birokrasi Berkelas Dunia Menghadapi Tantangan Industri 4.0” di Kemenperin, Jakarta, Senin (14/5).

Menurut Airlangga, para pelaku teror sengaja melakukan aksi tersebut untuk menciptakan suasana tidak kondusif, sehingga bisa memengaruhi perekonomian Indonesia. “Pelaku bom itu tak menghayati nilai-nilai luhur agama Islam. Itu tindakan yang sangat memalukan karena agama Islam ini kan rahmatan lil alamin. Peristiwa ini juga telah mendegradasi ajaran agama maupun rasa kemanusiaan,” ungkapnya.

Menperin mendorong sektor industri tetap beroperasi seperti biasa, meski telah terjadi aksi terorisme yang menelan korban jiwa. “Kami terus meyakinkan kepercayaan investor dan kalangan industri akan tetap ada dan pemulihan keamanan masih menjadi prioritas pemerintah,” tegasnya.

Usai rangkaian teror di Jawa Timur, Airlangga memastikan komitmen investor terutama sektor industri akan tetap berjalan seperti biasa. “Kami menyesalkan dan mengecam kejadian ledakan bom di beberapa lokasi di Surabaya, mengingat daerah ini merupakan kota industri dan bisnis,” ujarnya.

Menperin pun memastikan, ledakan bom yang terjadi tidak akan memengaruhi komitmen investasi sektor industri di Indonesia. Sekalipun saat ini ekonomi Indonesia tengah diterpa persoalan nilai tukar dan stabilitas keamanan, namun pemerintah yakin komitmen investor tetap akan berjalan normal. “Jadi kita tak boleh mentoleransi kegiatan teror yang sifatnya mendisrupsi perekonomian kita. Jadi ini kita harus lawan,” imbuhnya.

Airlangga optimistis kegiatan perekonomian harus terus berjalan untuk melawan terorisme yang sama sekali tidak dapat ditoleransi. Hal ini diharapkan akan menjaga stabilitas jangka panjang dan kepercayaan investor pada keamanan dalam negeri menjadi fokus yang terus diupayakan pemerintah.

Editor: Idul HM

Previous articleJelang Ramadan, Pemerintah Diminta Lakukan Operasi Pasar
Next articleKemenkop dan UKM Akan Jamin Data User Aplikasi Lamikro Tak Bocor