Presiden Luncurkan Peremajaan 25.423 Ha Sawit Rakyat di Riau

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disematkan Tanjak berupa ikat kepala, selempang dan kain pinggang berwarna kuning oleh tokoh adat Riau

Jakarta, PONTAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), di Kelurahan Bagan Batu Kota, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu (9/5/2018).

Di Kabupaten Rokan Hilir ini, pemerintah akan memulai peremajaan kebun sawit rakyat seluas 25.423 hektare untuk Provinsi Riau di tahun 2018, yang tersebar di 8 kabupaten, yaitu Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Pelalawan, Kuantan Sengingi, Indragiri Hulu dan Bengkalis.

Peremajaan Sawit Rakyat di Provinsi Riau dinilai sudah sangat mendesak karena total luas lahan kelapa sawit rakyat di Provinsi Riau yang mencapai 1,58 juta hektare pada umumnya merupakan kebun tua yang dilakukan penanaman pada sekitar tahun 1980-an melalui Program Perkebunan Inti Rakyat-Transmigrasi (PIR-Trans).

“Sehingga produktivitasnya menjadi rendah dan tidak dapat menikmati hasil yang baik,” demikian dikutip PONTAS.id dari laman setkab.go.id, Rabu (9/5/2018).

Ke Rokan Hilir, Presiden datang dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU melalui Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Presiden Jokowi didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Plt Gubenur Riau Wan Thamrin Hasyim bersama rombongan tiba di Helipad Lapangan Sepak Bola, Kelurahan Bagan Batu Kota, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, pukul 09.10 WIB, dan disambut oleh Plt Bupati Rokan Hilir Jamiludin.

Tak lama setelah itu, Presiden disematkan Tanjak berupa ikat kepala, selempang dan kain pinggang berwarna kuning oleh tokoh adat.

Dari lokasi helipad, Presiden bersama rombongan menuju lokasi replanting kelapa sawit untuk meluncurkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Riau.

Riau menjadi Provinsi Ke-3 dari program PSR ini setelah Sumatera Selatan (Sumsel) dan Sumatera Utara (Sumut).

Editor: Hendrik JS

Previous articleKemenperin Dorong Industri Sawit Dan Karet Berkualitas
Next articleKantongi Nama Mafia Beras, Buwas Akan Koordinasi Dengan Satgas