Surabaya, PONTAS.ID – Seluruh peserta pelatihan ‘Perancangan Media Promosi Pariwisata’ yang datang dari semua kabupaten/kota di Jawa Timur bertekad meningkatkan akselerasi kinerja pariwisata di daerahnya masing-masing.
Eko Dheny Kurniawan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri mengatakan, pelatihan dan studi banding yang dijalaninya selama sekitar 10 hari itu telah membuka cakrawala dan sudut pandangnya menjadi kian luas. “Ada bagian dalam pelatihan yang menitikberatkan pada pendalaman soal literasi. Dari materi dan interaksi yang kami jalani, saya pribadi kini merasa lebih yakin dan mampu mengembangkan sector pariwisata Kediri melalui literasi,” kata Eko Dheny Kurniawan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Surabaya, Senin, (30/4/18).
Dwi Apriyaningrum dari Dinas Budpar Sidoarjo mengamini pernyataan Dheny, koleganya dari Kediri tersebut. Dwi menambahkan, pelatihan tersebut juga membuka mata dan mengarahkannya kepada cara berliterasi, terutama menulis, secara benar. “Selama ini saya berpikir bahwa menulis yang baik itu yang memasukkan kata-kata ‘hebat’ dan ‘susah’. Saya baru sadar bahwa kesederhanaan justru menjadi kekuatan sebuah tulisan,” kata dia.
Sementara mengomentari kunjungan studi banding ke Bandung yang dilakukan usai pelatihan, menurut Dewi dirinya terkesan dengan cara Kota Bandung mengemas destinasi dan atraksi pariwisata mereka. “Sebenarnya biasa dan kami juga mungkin punya. Tapi Bandung mengemasnya lebih kreatif,” kata dia.
Wakil Dinas Budpar Kabupaten Lamongan, Diana Dewi, justru merasa tertantang untuk segera mengaplikasikan pengetahuan barunya pascapelatihan untuk mendukung pengembangan pariwisata Lamongan. “Kami punya Pantai Kutang, yang saat ini mungkin belum mampu menyeruak sebagai pilihan destinasi wisata pantai secara nasional. Setelah pelatihan ini, saya yakin bersama-sama para kolega di Lamongan, kami bisa menaikkan grade-nya di mata publik negeri ini,”kata Diana.
Direktur Utama Quantum Harmonie Dr Yohanes Sugiyantoro, SE, MSi, menyatakan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan peserta dan Pemprov Jatim untuk menggelar acara tersebut. Menurut Yohanes, kesempatan luar biasa untuk bersinergi dengan Bandiklat Pemprov Jatim itu merupakan kesempatan bagi Quantum Harmonie untuk berperan serta aktif membantu dunia pariwisata di Jawa Timur.
“Saya yakin, para peserta yang datang dari seluruh kabupaten di Jatim ini akan mampu merealisasikan hasil pelatihan yang diampu para pelatih kami yang andal dan terpercaya. Dengan demikian, potensi pariwisata Jawa Timur yang selama ini masih banyak yang belum teraktualisasi, ke depan akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”kata Yohanes.
Tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara sebanyak satu juta orang. Seiring target tersebut Pemprov Jatim telah menyiapkan 10 event terpilih dari 50 top event pariwisata, antara lain Jember Fashion Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Yadnya Kasada dan Eksotika Bromo, serta Malang Flower Carnival.
Tahun lalu Jatim mencatatkan jumlah kunjungan wisman sebanyak 625.729 wisman dan 58,65 juta wisatawan lokal.






















