Pariwisata Jadi Andalan dalam Mendukung Kebijakan Penguatan Cadangan Devisa

Jakarta, PONTAS.ID – Pariwisata menjadi sektor andalan dalam mendukung strategi kebijakan penguatan cadangan devisa karena memiliki balance of payments atau neraca pembayaran yang selalu surplus.

Devisa yang diperoleh dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau inbound dengan uang yang dibelanjakan oleh wisatawan nasional (wisnas) yang berwisata ke luar negeri atau outbound menunjukan angka positif.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata (Kemenpar), I Gde Pitana mengatakan, data balance of payment pariwisata yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) maupun Bank Indonesia (BI) dalam empat tahun terakhir menunjukkan surplus.

Hal tersebut dikarenakan antara ekspor (berupa pendapatan devisa dari kedatangan wisman ke Indonesia) dibandingkan impor (berupa pengeluran wisnas di luar negeri) menunjukkan angka positif.

”Sektor pariwisata dalam menghasilkan devisa perlu mempersiapkan produk wisata yang menarik serta melakukan promosi yang gencar yang membutuhkan waktu sekitar enam bulan,” kata I Gde Pitana dalam siaran pers Kemenpar yang diterima di Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Dia menambahkan, trend perolehan devisa pariwisata yang terus meningkat dalam empat tahun belakangan ini seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang pada tahun 2017 lalu sebanyak 14,01 juta wisman. Pada tahun ini, ditargetkan sebanyak 17 juta wisman dan meningkat menjadi 20 juta wisman dengan perolehan devisa sebesar Rp280 triliun pada tahun depan.

Data balance of payment pariwisata yang dikeluarkan BI pada 2016 menunjukkan surplus sebesar 3,688 miliar dolar AS. Nilai ekspor sebesar 11,238 miliar dolar AS, sedangkan nilai impor sebesar 7,549 miliar dolar AS.

Untuk diketahui dalam rapat terbatas (Ratas) baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menagih strategi kebijakan penguatan cadangan devisa yang telah dijalankan oleh jajarannya, dalam memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Penguatan cadangan devisa Indonesia sangat penting bagi ketahanan ekonomi, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Editor: Risman Septian

Previous articlePemerintah DKI Kaji Ulang Kenaikan Tarif Sewa Rusun
Next articleKKP Gandeng WWF Kelola Udang Windu Berkelanjutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here