Implementasi Industri 4.0 Bawa Peluang Besar Perbaharui Manufaktur

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Ngakan Timur Antara.

Jakarta, PONTAS.ID – Implementasi Industri 4.0 akan membawa peluang besar dalam memperbarui kemampuan manufaktur Indonesia dengan memperkuat posisi net export, meningkatkan produktivitas terhadap biaya, dan membangun kemampuan inovasi lokal, hal ini ditegaskan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Ngakan Timur Antara, Saat memberi Kesimpulan dan hasil dari talkshow dan forum diskusi di Jakarta, MInggu (22/4).

“dalam upaya membangun kemampuan inovasi, diharapkan peran dari lembaga litbang yang ada di seluruh Indonesia termasuk BPPI Kemenperin dapat menjadi penyokong utama terbentuknya ekosistem inovasi yang melahirkan riset-riset berkualitas dan memberi manfaat bagi industri nasional,” jelas Ngakan.

Ngakan Menambahkan, Kesimpulan dan hasil dari talkshow dan forum diskusi ini , akan menjadi masukan bagi Kemenperin, terutama BPPI dalam menetapkan arah dan program litbang ke depan untuk menyongsong industri 4.0.

Mengimplementasikan revolusi industri keempat sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Guna mewujudkannya, diperlukan kolaborasi lintas sektor, di antaranya melibatkan pihak pemerintah, akademisi, dan pelaku industri.

“Melalui sinergi triple helix tersebut, diharapkan ultimate goal dari Making Indonesia 4.0, yakni menjadikan Indonesia berada di 10 besar ekonomi terkuat dunia tahun 2030 bisa tercapai,” kata Ngakan Timur Antara

Selain talkshow dan forum diskusi, pada kesempatan yang sama, bakal dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara lembaga litbang di bawah BPPI dengan beberapa industri. Diantaranya, Balai Besar Keramik (BBK) dengan PT Sigma Mitra Sejati dan PT Antam Tbk terkait pemanfaatan  bone ash sintetis dan cupel, kemudian Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand Industri) Surabaya dengan PT Hartano Istana Teknologi dan PT Panasonic Gobel Eco Solution Manufacturing  Indonesia dalam rangka kerja sama litbang di bidang rancang bangun dan standardisasi peralatan  elektronika dan telematika, serta Baristand Industri Bandar Lampung dengan PT Tedco Agri Makmur  dalam bidang perekayasaan modul sensor berbasis modbus TCP Protokol industri tapioka.

 

Editor: Idul HM

Previous articleRomahurmuziy Diminta Fokus Urus PPP
Next articleMAKERFEST Sasar Ekonomi Kreatif Generasi Millenial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here