Kemenkop dan UKM Gelar Sosialisasi Penerapan Aplikasi EWS-KUKM

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Abdul Kadir Damanik

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Koperasi dan UKM menggelar sosialisasi penerapan aplikasi Early Warning System (EWS-KUKM) kepada 130 KUMKM di Bengkulu. Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Abdul Kadir Damanik menyampaikan bahwa restrukturisasi usaha bagi Koperasi dan UMKM adalah penting dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas kinerja Koperasi dan UMKM.

“Sehingga pada akhirnya koperasi dan UMKM memiiki kinerja yang baik, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan usaha yang semakin kompetitif sekaligus mampu meraih peluang usaha yang semakin terbuka,” kata Damanik selaku Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM dalam rilis yang diterima PONTAS.ID, Jakarta, Jumat, (20/4/18).

Menurut Damanik, restrukturisasi usaha jangan hanya dilakukan pada saat kinerja usaha Koperasi dan UKM sedang menurun atau menjelang kolaps, tetapi dalam keadaan normal pun Koperasi dan UMKM perlu melakukan pembenahan/penataan.

“Mulai dari penataan aspek fortopolio bisnis/usaha, aspek organisasi/manajemen dan aspek keuangannya sehingga diharapkan Koperasi dan UMKM semakin berperan dalam perekonomian nasional,” ujarnya.

Untuk diketahui, aplikasi EWS-KUKM dari Kemenkop dan UKM berfungsi untuk mendiagnosis kinerja usaha Koperasi dan UMKM sehingga mereka dapat mengetahui positioning kondisi usahanya, apakah dalam kondisi sangat sehat, sehat, atau tidak sehat.

Aplikasi EWS-KUKM ini dirancang oleh Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM untuk memberikan kemudahan bagi para pendamping dan pelaku usaha dalam menganalisis kinerja usahanya sehingga dengan diagnosis tersebut akan terdeteksi secara dini apa persoalan dan masalah yang dihadapi dalam mengembangkan usahanya.

Selain itu, aplikasi tersebut juga dilengkapi dengan skema-skema penyelesaiannya sesuai dengan rekomendasi hasil diagnosa sistem tersebut, juga dilengkapi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk membantu langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam penyelesaian persoalannya.

Previous articleDiprediksi Tak Lolos ke Parlemen, PSI Siap Kerja Keras
Next articleMenpar Minta Investor Dukung Pengembangan KEK Pariwisata di Bangka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here