Farah Quinn Pilih Bisnis di Kota Malang

Farah Quinn

Jakarta, PONTAS.ID – Apa yang membuat artis sekaligus chef Farah Farhanah atau Farah Quinn memilih Malang Raya jadi salah satu bisnis oleh-olehnya? Alasannya sejak mengunjungi Kota Batu, ia tertarik dengan buah dan sayurnya.

Yang lebih membuatnya tertarik adalah produk lokal berkualitas. Selain kaya akan apelnya, faktor lainnya karena kunjungan wisatawan yang cukup pesat ke Kota Batu. Alasan inilah yang membuarnya memutuskan untuk mengembangkan bisnisnya di Malang Raya.

“Faktor yang buat saya tertarik, satu karena produk lokal kualitas bagus. Bener-bener jatuh cinta sama apelnya,” kata Farah Quinn selaku Chef, Jakarta, Jumat, (20/4/18).

Farah Quinn mengolah apel ikon Kota Batu menjadi jajanan oleh-oleh. Dua jajanan itu diberi nama Queen Apple dan Queen Strudel.

Queen Apple merupakan cake atau bolu lembut dengan isi apel dari Kota Batu. Cake ini beraroma kayu manis dengan crunchy topping di atasnya. Kue ini ada tiga pilihan rasa: vanilla, cinnamon dan cheese. Harga yang ditawarkan Rp 60 ribu per pax.

“Karena saya basic-nya di pastry, jadi saya buat olahan apel ini menjadi kue yang berkualitas,” ungkap perempuan yang sudah berkecimpung di dunia pastry selama 18 tahun ini

Olahan apel lainnya adalah strudel. Meski strudel sudah banyak di pasaran Malang Raya, ia tetap membuat strudel dengan satu alasan yakni banyak wisatawan yang jatuh cinta dengan jajanan tersebut. Harganya di patok mulai Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per pax.

“Kenapa saya kok pilih buat strudel? Karena banyak orang jatuh cinta dengan strudel,” imbuhnya

Yang membedakan strudel milik Farah terletak pada kulit yang berjenis strudel flucky butter. Lalu isi potongan apel besar-besar dengan kualitas apel super.

“Strudel kami pasti beda, kulitnya itu flucky butter. Lalu potongan apel lebih besar. Sedangkan jenis apel yang kami pilih yakni rome beauty dan yang pastinya apel masih segar,” jelas koki 37 tahun ini.

Semua resep cake dan strudel itu ternyata dibuat sendiri oleh Farah. Untuk membuat resep, ia butuh waktu setahun. Hingga akhirnya bisa menemukan rasa yang unik.

“Yang jelas ini resep saya sendiri dan lumayan makan waktu untuk buat cake ini. Berulang kali gagal juga,” imbunya.

Kelebihan cake yang dibuat Farah tidak menggunakan bahan pengawet. Jadi jika tidak dimasukkan dalam lemari pendingin bisa bertahan selama empat hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here