Denpasar, PONTAS.ID – Keeksotisan Pulau Bali telah dikenal di seluruh penjuru dunia. Disebut sebagai gerbang masuknya wisatawan mancanegara (wisman), pemerintah Indonesia pun menetapkan Pulau Dewata sebagai daerah percontohan wisata di Tanah Air. Tidak hanya pemandangan alam, di pulau yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Hindu ini, wisatawan juga bisa menjalani sejumlah kegiatan seru, sejak pagi, siang, sampai malam.
Kegiatan yang dilakukan mulai dari yang bertema seni budaya, kuliner, belanja sampai kehidupan malam. Berbeda wilayah, tentu saja berbeda kemeriahan yang dirasakan. Seperti di wilayah Kuta, Legian, dan Seminyak. Selain memiliki hamparan pantai yang cantik, wilayah ini menawarkan kehidupan malam gemerlap bagi wisatawan yang berjiwa muda.
Kemudian Ubud dan Sanur. Wilayah yang sebagian besar berisi hamparan sawah nan hijau ini cocok untuk yang mencari ketenangan atau datang bersama keluarga. Khususnya di Sanur, kawasan ini dikenal dengan kehadiran Festival Layang-layang, Museum Le Mayeur, Hutan Mangrove Suwung Kauh, Pura Blanjong dan Serangan Island Turtle Conservation Centre. “Sanur memang lebih tenang. Kalau pun ada kehidupan malam, suasananya tidak segemerlap kawasan yang lain,” kata Goya A. Mahmud selaku General Manager Artotel Sanur, Denpasar, Kamis, (19/4/18).
Goya mengatakan kalau Sanur adalah wilayah wisata paling tua di Bali. Nuansa seni budaya juga sangat kental. Jadi, wisatawan yang gemar berwisata alam dan sejarah, selain mendatangi Ubud bisa juga datang ke Sanur. “Siapa bilang tidak ada kelab malam di Sanur? Ada kelab malam paling tua di sini, namanya Janger. Karena potensi wisatanya sejarah dan seni budaya, maka yang datang kebanyakan wisman berumur dari Eropa, terutama Belanda,” ujar Goya.




























