Kuliner Merupakan Komponen dari Pariwisata

Vita Datau Messakh selaku Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar, Vita Datau Messakh mengatakan, kuliner merupakan komponen penting dalam kegiatan pariwisata, karena memiliki porsi 30 persen dari total pengeluaran wisatawan. Generasi Inovasi sebagai bentuk penghargaan bagi generasi muda yang membawa banyak inovasi pada industri kuliner nasional.

Tema merefleksikan bahwa generasi muda saat ini sedang mengubah lanskap kuliner Indonesia dan mendorong ledakan ekonomi dalam berbagai bidang ke arah yang lebih baik termasuk dalam industri pariwisata nasional, dimana tahun ini diproyeksikan menghasilkan devisa US$ 20 miliar atau setara Rp 223 trilun, atau naik sekitar 20 persen dari tahun 2017 sebesar US$ 16,8 miliar, dengan target kedatangan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 270 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

“Rata-rata pengeluaran wisman untuk keperluan makan dan minum sebesar US$ 400 atau mencapai 30 persen dari total pengeluarannya sebesar US$ 1.200 per wisman dalam satu kali kunjungan,” kata Vita Datau Messakh selaku Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar saat dikonfirmasi PONTAS.ID melalui via whatsapp, Jakarta, Senin, (16/4/18).

Sementara itu, dampak wisata kuliner terhadap perekonomian (PDB) nasional, menurut Vita Datau Messakh, tahun 2016 sebesar 150 triliun, “Tren preferensi kuliner lokal ini juga tercermin pada data terbaru yang dikeluarkan oleh BPS dan Bekraf menunjukkan PDB ekonomi kreatif Indonesia tahun 2016 adalah sebesar Rp 923 triliun atau 7,4% dari total PDB negara,” ujarnya.

Melihat peluang besar dari wisata kuliner tersebut, Kemenpar memiliki berbagai strategi untuk memajukan wisata kuliner Indonesia di antaranya dengan menetapkan destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia antara lain; Bali, Bandung, dan Joglosemar (Jogja, Solo, dan Semarang).

“Kemenpar memilih Ubud, Gianyar untuk menjadi UNWTO Gastronomy Destination Prototype dan menjadi destinasi pertama yang akan dibranding sebagai destinasi gastronomy berstandar UNWTO, dimana mereka adalah endorser terbaik di dunia untuk bidang pariwisata,” tuturnya.

Previous articleSoal Cawapres, Gerindra Ajukan 3 Syarat untuk PKS
Next articleSoal Kasus Century, KPK Diminta Abaikan Putusan PN Jaksel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here