Gerakan #2019GantiPresiden Berdampak Strategis Terhadap Pilpres

Kaos Ganti Presiden#2019 (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Lembaga Survei dan Kajian Politik Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai, menjamurnya gerakan #2019GantiPresiden akan berdampak strategis terhadap konstalasi Pilpres 2019.

Hal ini mengacu dari berbagai lembaga survei, yang menyatakan suara petahana Presiden Jokowi untuk Pilpres 2019 mendatang masih kurang signifikan.

“Sangat mungkin ajakan yang diserukan Mardani (politisi PKS, red) itu terwujud,” kata Hendri saat dihubungi, Senin (9/4/2018).

Kendati demikian, Hendri mengatakan, sampai saat ini belum ada calon yang mampu menyaingi elektabilitas Jokowi.

Karena itu, ia menyarankan agar partai politik diluar koalisi Jokowi membangun kekuatan yang solid bila ingin bersaing dengan Jokowi.

“Itu adalah PR (pekerjaan rumah) yang harus bisa cepat terjawab oleh parpol. Ini agar jelang pendaftaran pada Agustus nanti nama Capres sudah dikenal oleh publik,” tukasnya.

Jokowi Dapat Simpati

Sementara itu, Wasekjen PKB Daniel Johan menilai, Joko Widodo justru akan mendapat banyak simpati dari publik atas Gerakan #2019GantiPresiden.

Menurut Daniel, masyarakat Indonesia kini sudah memahami mana pemimpin yang kerja nyata dan tidak.

“Jangan-jangan malah (Jokowi) mendapat simpati,” kata Daniel saat dihubungi, Senin (9/4/2018).

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini pun mengharapkan, persaingan di Pilpres 2019 mendatang bisa berlangsung sehat dengan adu program yang pro terhadap rakyat.

“Sehingga bisa ada perbaikan ke depan siapa pun pemerintahannya nanti,” tutupnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menanggapi polemik beredarnya kaos bertuliskan #2019GantiPresiden.

Jokowi menyatakan kaos tidak bisa menggantikan dirinya sebagai Presiden. sebab, yang bisa mengganti Presiden hanya rakyatnya.

“Sekarang isunya ganti lagi, isu kaus.#GantiPresiden2019 pakai kaus. Masak kaus bisa ganti Presiden?, yang bisa ganti Presiden itu rakyat,” kata Jokowi saat menghadiri acara konvensi nasional galang kemajuan 2018, di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4/2018).

Previous articleKPU Diminta Gunakan Data DP4 untuk Susun DPS
Next articleSempat Kabur ke Kalimantan, TN Akhirnya Diciduk Tim Polsek Mariso

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here