Sate dan Tongseng Pak Budi Bumbu Racikan Peninggalan Sang Nenek

Sate Tongseng Pak Budi

Jakarta, PONTAS.ID – Anda pastinya sudah pernah menyantap hidangan tongseng dan sate kambing dimananpun anda berada, namun tongseng dan sate dengan rasa gurih, manis, serta pedas langsung terasa di mulut ketika mencicipi makanan legendaris, tongseng milik Warung Tongseng dan Sate Sederhana Pak Budi. Restoran Pak Budi memang sudah sangat legendaris dan terkenal di Jakarta. Maklum, warung milik Bapak Senen Riyanto ini telah berdiri sejak tahun 1985. Nama Pak Budi sendiri diambil dari nama kesayangan anaknya.

Cerita punya cerita, alasan mengapa Warung Tongseng dan Sate Sederhana Pak Budi ini menjadi legendaris karena memiliki cita rasa otentik berkat resep turun menurun warisan sang nenek. Itu lah yang membedakan tongseng dan sate miliknya dengan warung lainnya. Di Indonesia, khususnya Ibu Kota Jakarta, terdapat banyak sekali warung tongseng dan sate yang jadi andalan hingga terfavorit. Salah satunya adalah Warung Tongseng dan Sate Sederhana Pak Budi.

Warung tersebut adalah salah satu kuliner paling terkenal dan legendaris di Jakarta, karena sudah ada sejak 1985. Pemiliknya yaitu Senen Riyanto. Dinamakan Warung Pak Budi, yakni diambil dari nama kesayangan anaknya. Kelezatan olahan tongseng dan sate Pak Budi tidak pernah berubah, karena menggunakan resep turun temurun awarisan neneknya. Cita rasanya sangat otentik, berbeda dengan kebanyakan warung tonseng pada umumnya.

“Saya pakai bumbu yang diracik sendiri tinggalan dari nenek saya. Dan saya juga tidak mengubah takaran bumbu, kecap, hingga porsi daging dari tahun 1985 sampai 2018. Ini juga yang menjadi rahasia sukses saya,” kata Senen.

Sejak awal dibuka, Warung Tongseng dan Sate Pak Budi sudah ramai. Malahan, ketika negara menagalami krisis moneter (krismon), yaitu pada 1997-1998 warung miliknya masih tetap laris manis disantap para pembeli. Penikmatnya pun dari berbagai kalangan, muda maupun tua. Senen juga menambahkan, biasanya per-hari menghabiskan daging sekitar 1,5 kilogram untuk 115 tusuk sate di awal berdiri. Namun kini, bisa mencapai 50 kilogram daging kambing, 25 kilogram daging sapi dan 15 kilogram daging ayam.

“Kalau bulan Ramadan bisa menghabiskan 1,5 kuintal daging untuk kambing, sapi, dan ayam,” uajrnya.

Jika anda penasaran akan kenikmatan olahan tongseng dan sate di sini, bisa mengunjunginya di Jalan Pahlawan Revolusi, Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Hingga kini, Warung Tongseng dan Sate Pak Budi memiliki cabang di beberapa daerah lainnya, seperti Bintaro, Tangerang Selatan dan Bekasi. Satu mangkuk tongseng kambing dengan nasi sudah pasti memuaskan rasa lapar Anda. Satu mangkuk tongseng kambing Pak Budi ini dijual dengan harga cukup murah, yakni mulai dari harga Rp25 ribu.

Sate & Tongseng Pak Budi
Jl. RC. Veteran Raya, Bintaro, Jakarta Selatan

Previous articleMenari Dibawah Laut Meriahkan Festival Underwater Banyuwangi
Next articleMengaku Miris, DSH-Sihar Siapkan Program Bagi Kaum Marjinal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here