Komisi IX Agendakan Mediasi IDI-Dokter Terawan

Dokter Terawan (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Komisi IX DPR Yusuf Macan Effendy mengatakan jika pihaknya siap berencana memanggil pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, dr Terawan terkait kasus dialami oleh kepala RSPAD ini.

“Komisi IX hari Senin (9/4/2018) akan memanggil pihak terkait IDI, MKEK (Majelis Kode Etik Kedokteran), RSPAD, mungkin enggak perlu sampai Menkes (Menteri Kesehatan),” kata pria akrab disapa Dede Yusuf di gedung DPR, Kamis (5/4/2018).

Dede menilai permasalahan yang dialami Terawan adalah terkait dengan persoalan etik. Oleh karena itu meskipun tidak akan sampai mengundang Menkes, Komisi IX tetap akan memanggil Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

“Konsil kedokteran ini di bawah pemerintah. itulah yang mengurus para dokter, artinya konsil kedokteran akan mengatakan gimana sih mendudukan masalah ini? ini kan masalahnya bukan sesuatu pelangggaran, tapi etik, ada etika,” jelas mantan aktor layar lebar tersebut.

Hal yang senada juga disampaikan anggota komisi IX lainnya, Imam Suroso. Ia menghormati apa yang menjadi keputusan IDI, begitu juga dengan terobosan yang dilakukan oleh Terawan dengan metode cuci otaknya yang dinilai telah banyak menyembuhkan banyak pihak. Oleh karena itu untuk menyelesaikan persoalan tersebut Komisi IX siap memediasi dan mencari solusi yang terbaik.

“Karena ini situasi panas situasi politik jangan sampai jadi mainan politik, kasihan NKRI,” katanya.

Sementara itu Menkes Nila F Moeloek sepakat dengan adanya rencana mediasi tersebut. namun ia berharap ada penyelesaian terlebih dahulu antara IDI dan Terawan secara internal.

“Biarkan mereka dulu di antara para profesi, pemerintah regulasi, yang tahu DSA (Digital Subtraction Angiography)untuk apa itu profesi, kita tak bisa jawab, saya apalagi bukan ahli DSA,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan dr Terawan dipecat karena melakukan sejumlah pelanggaran etik salah satunya adalah terkait metode penyembuhan DSA atau cuci otak yang dinilai berbeda dengan dokter-dokter yang lain.

Previous articleSebanyak 309.080 Pemilih di Jabar Belum Lakukan Perekaman KTP-el
Next articleFahri: Ada Pemecatan Loyalis Anis Matta di PKS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here