Warga Tuntut Pembayaran Lahan, Begini Jawaban PT Banjarsari Pribumi

Kuasa hukum warga Desa Banjarsari, Lahat, Sumatera Selatan, Mangatur Nainggolan

Jakarta, PONTAS.ID – Puluhan warga Desa Banjarsari didampingi kuasa hukumnya pada Selasa (27/3/2018), mendatangi Pemkab Lahat untuk bertemu Plt. Bupati Lahat Marwan Mansyur. Warga mengaku 10 ha lahan mereka belum dibayar oleh PT Banjarmasin Pribumi (BP).

“Saya meminta kepada pihak perusahaan (BP) untuk tidak melakukan aktivasi di atas tanah klien saya sebelum dibayar serta dibuat ‘Status Quo’ sebelum ada penyelesaian,” jelas kuasa hukum warga Desa Banjarsari, Mangatur Nainggolan melalui pesan tertulis yang diterima PONTAS.id, Rabu (28/3/2018).

Mangatur mengatakan, pihaknya menduga BP melakukan tindakan penipuan terkait lahan milik warga. Terlebih lahan yang akan dijadikan area tambang tersebut merupakan warisan adat yang dikuasasi warga secara turun temurun.

“Kuat dugaan terjadi Tindak pidana penipuan dan atau pemalsuan keadaan atas lahan yang dikuasai dan dimiliki masyarakat Desa Banjarsari secara adat dan turun temurun,” kata Mangatur.

Dokumen Kepemilikan Lahan
Menanggapi hal ini, pihak PT Banjarmasin Pribumi membantah telah melakukan penipuan terkait lahan yang dipermasalahkan warga.

“Sejak awal kami (BP) sudah mengajak warga pemilik lahan untuk berbicara dari hati ke hati. Dan kami selalu melibatkan perangkat desa dalam setiap langkah mediasi dengan warga,” jelas Community Development PT Banjarmasin Pribumi, Emil Zaman, saat dihubungi PONTAS.id, Rabu (28/3/2018).

Emil menegaskan, pihaknya juga telah menyiapkan dana untuk membayarkan lahan milik warga jika memang warga tersebut memiliki dokumen kepemilikan sah yang diterbitkan oleh Kepala Desa maupun dokumen resmi dari instansi terkait.

Dalam penentuan harga ganti rugi, Emil mengatakan, BP melakukan pembayaran di atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ditetapkan pemerintah.

“Jadi sebenarnya tidak ada masalah dalam hal jual beli maupun ganti rugi lahan. Kalau data kepemilikannya benar, pasti kami bayar,” pungkasnya.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articleDipolisikan PKS, Fahri Tantang MSI Secara Pribadi
Next articleGelar Mediasi, Menhub Akan Intervensi Tarif Ojek Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here