BULOG Tunjuk Delapan Importir Datangkan 50 Ribu Ton beras Pakistan

Ilustrasi bongkar muatan beras impor dari kapal.

Jakarata, PONTAS.ID – Perum Bulog menunjuk delapan Perusahaan untuk impor 50 ribu ton beras jenis medium dari Negara Pakistan. Sebelumnya Perum Bulog telah merencanakan impor beras jenis medium 80 ribu ton dari Negara India dan Pakistan.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Siti Kuwati mengatakan, Perum Bulog baru menender sebanyak 50 ribu ton digelar Rabu (21/3) beras tersebut berasal dari Negara Pakistan. Untuk 30 ribu akan ditender hari senin berasal Negara India. ”kemarin tender pakistan 50 ribu ton saja karena 30 ribu rencana utk tender india senin besok” ungkap siti saat dihubungi PONTAS.id melalui telepon pribadinya, jumat (23/3/2018).

Siti mengatakan, untuk tender pengadaan beras 50 ribu ton dari Negara pakistan ini, telah menunjuk Delapan perusahaan, dengan ketentuan beras 5% broken sebanyak 12.500 ton dan 15% broken sebanyak 37.500 ton.

Wartawan PONTAS.id sempat mempertanyakan, nama ke delapan Perusaahan importir tersebut, dan juga mempertanyakan proses tender tersebut hingga ditententukanya perusaahan pemenang kepada Sekretaris Bulog. Tapi hingga berita ini terbit belum ada keterangan dari Pihak BULOG.

Sebelumnya Bulog mendapat mandat dari pemerintah untuk melakukan impot beras. Kontrak yang diberikan pemerintah akan berakhir pada 28 Februari 2018. Badan plat merah itu harus memasok seluruh beras sebelum Maret dengan total 281 ribu ton dari target sebelumnya 500 ribu ton.

Adapun jenis beras yang didatangkan Bulog adalah yang memiliki tingkat kepecahan 5% dan 15%. Hal itu sesuai dengan Surat Menteri Perdagangan Nomor 94/M-DAG/SD/1/2018 tgl 15 Januari 2018. Sedangkan mengenai kedatangan beras terbagi menjadi beberapa tempat, berikut ini rinciannya:Pelabuhan Belawan Medan 20 ribu ton, Pelabuhan Teluk Bayur Sumatera Barat 10 ribu ton, Pelabuhan Panjang Lampung 30 ribu ton, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta 116 ribu ton,Pelabuhan Merak Banten 45 ribu ton, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya 20 ribu ton, Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi 20 ribu ton, Pelabuhan Benoa Bali 10 ribu ton, Pelabuhan Tenau NTT 10 ribu ton.

Dengan demikian, proses untuk impor beras sebanyak 500 ribu ton dapat dinyatakan selesai dan pemasukan seluruh kuota dijadwalkan rampung Juni 2018. Pemerintah memutuskan mengimpor 500 ribu ton beras guna menopang stok pemerintah di tengah meningginya harga beras di Tanah Air.

Editor: Idul HM

Previous articleJokowi-AH Maju Pilpres? Ini Prediksi EmrusCorner
Next articleJaktim dan Jaksel Bakal Diguyur Hujan Sore Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here