BULOG Tender Impor Beras Medium 80.000 Ton

Ilustrasi beras impor

Jakarta, PONTAS.ID – Perum Bulog hari ini melakukan tender impor beras jenis medium seberat 80.000 ton dari India dan Pakistan.

Beras seberat 80.000 ton tersebut merupakan bagian dari kuota impor 500.000 ton yang diberikan pemerintah. Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, untuk merealisasikan impor beras 80.000 ton tersebut, pemerintah memberikan tenggat waktu hingga akhir Juni tahun ini.

“Sisa kuota impor 80.000 ton tersebut diberikan waktu oleh pemerintah sampai Juni 2018 untuk direalisasikan. Jadi new bidding rencananya besok (hari ini). Iya lelang baru,” ujar Djarot seusai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Penyediaan, Pemanfaatan, serta Pengembangan Data dan Informasi Statistik di Bidang Pangan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Djarot juga mengatakan, hingga akhir bulan ini akan masuk beras impor 159.000 ton. Rinciannya 139.000 ton berasal dari Thailand dan Vietnam sementara yang 20.000 ton berasal dari India.

Beras 139.000 ton tersebut memang jatah kedatangan untuk Maret sementara 20.000 ton merupakan carry over atau sisa jatah kedatangan Februari. Karena kuota kedatangan beras impor pada Februari sebanyak 281.000 ton baru masuk 261.000 ton.

“Sempitnya waktu diberikan pemerintah menyebabkan waktu kedatangan beras impor dari India yang 20.000 ton itu meleset, seharusnya tiba Februari menjadi Maret,” ungkap Djarot
Dengan demikian total impor beras sampai akhir Maret akan terealisasi 420.000 ton dari target 500.000 ton.

Sebelumnya pemerintah memutuskan bahwa impor beras khusus dengan total volume sampai dengan 500.000 ton yang semula diberikan ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dialihkan ke Perum Bulog dalam bentuk beras umum.

Perpres Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum Bulog Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional menyatakan Bulog dapat melaksanakan impor untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen dan produsen untuk jenis pangan pokok beras.

Dalam kaitan itu, Bulog telah diberikan mandat oleh Presiden untuk menekan kembali harga beras ke banderol yang normal. Karena Djarot membuat strategi, salah satunya segera mengisi kekurangan (shortage) beras antara kebutuhan dengan produk.

PONTAS.ID masih menunggu perkembangan terkait tender impor beras yang berlangsung sampai saat ini. ” karena sifatnya tertutup, kita belum dapat informasinya” ungkap Humas Perum Bulog kepada wartawan Pontas.id di Jakarta saat dihubungi melalui telepon seluler pribandinya.

Editor: Idul HM

Previous articleHah! Kepala Terjepit, Pria Tewas di Dalam Studio Bioskop
Next articleKemenperin Ciptakan Tenaga Kerja Terampil Dorong Ekonomi Inklusif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here